Kapal Perang Rusia Tenggelam di Laut Hitam

Jum'at, 15 April 2022 - 15:54 WIB
loading...
Kapal Perang Rusia Tenggelam...
Kapal perang Rusia yang diklaim terkena rudal Ukraina, Moskva, tenggelam di Laut Hitam. Foto/Marca
A A A
MOSKOW - Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Kamis mengumumkan bahwa kapal perang andalan Armada Laut Hitamnya, Moskva, tenggelam setelah kehilangan stabilitasnya saat ditarik ke sebuah pelabuhan. Rusia mengatakan kapal mengalami kerusakan selama kebakaran yang diakibatkan amunisi yang meledak.

Kantor berita negara Rusia TASS melaporkan Kamis malam bahwa kapal penjelajah berpeluru kendali Moskva telah tenggelam, mengutip pernyataan dari Kementerian Pertahanan Rusia.

“Selama penarik kapal penjelajah Moskow ke pelabuhan tujuan, kapal kehilangan stabilitasnya karena kerusakan lambung yang diterima selama kebakaran dari peledakan amunisi. Dalam kondisi laut badai, kapal tenggelam,” kata pernyataan itu, seperti dikutip CNN dari TASS, Jumat (15/4/2022).



Pernyataan berbeda dikeluarkan oleh Komando Operasi Ukraina Selatan, mengklaim bahwa Moskva mulai tenggelam setelah terkena rudal anti-kapal Neptunus.

“Di zona operasional Laut Hitam, rudal jelajah anti-kapal Neptunus menghantam kapal penjelajah Moskva, kapal utama Armada Laut Hitam Rusia – ia mendapatkan kerusakan yang signifikan,” bunyi pernyataan itu.

"Kebakaran terjadi. Unit lain dari kelompok kapal mencoba membantu, tetapi badai dan ledakan amunisi yang kuat membalikkan kapal penjelajah dan mulai tenggelam," sambung pernyataan itu.

Sebelumnya, pada hari Rabu, pejabat pemerintah Ukraina mengklaim bahwa angkatan bersenjatanya menembakkan rudal yang menghantam kapal tersebut dan menyebabkan kerusakan.

Baca juga: Dirudal Ukraina, Kapal Perang Terkenal Rusia Meledak Dahsyat

Penasihat presiden Ukraina Oleksiy Arestovych dan Anton Gerashchenko, penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina, mengatakan ada ledakan dan kapal penjelajah itu terbakar.

Gubernur Odessa Maksym Marchenko mengklaim di Telegram bahwa dua rudal jelajah anti-kapal menghantam kapal penjelajah di Laut Hitam, menyebabkan "kerusakan yang sangat serius."

Namun Rusia kemudian mengatakan kebakaran terjadi di kapal penjelajah berpeluru kendali, menyebabkan amunisi di atas kapal meledak, menimbulkan kerusakan serius pada kapal, dan memaksa awak kapal perang dievakuasi.

Sebelumnya pada hari itu, kementerian pertahanan Rusia mengatakan bahwa Moskva "tetap mengapung" dan tindakan sedang diambil untuk menariknya ke pelabuhan. Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan kru kapal telah dievakuasi ke kapal Armada Laut Hitam lainnya di daerah tersebut.

Baca juga: Rusia Sebut Kebakaran Picu Amunisi Meledak di Kapal Perang Moskva

Moskva yang memiliki panjang 186 meter, dengan awak hampir 500 orang, adalah kebanggaan armada angkatan laut Rusia di Laut Hitam. Awalnya ditugaskan ke angkatan laut Uni Soviet sebagai Slava pada 1980-an, berganti nama menjadi Moskva pada 1995 dan setelah masuk kembali ke militer pada 1998, menurut situs militer Naval-Technology.com.

Moskva dipersenjatai dengan berbagai rudal anti-kapal dan anti-pesawat serta torpedo serta senjata angkatan laut dan sistem pertahanan rudal jarak dekat.

Para analis mengatakan kehilangan Moskva akan menghantam jantung angkatan laut Rusia serta kebanggagan nasional, sebanding dengan Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) kehilangan kapal perang selama Perang Dunia II atau kapal induk hari ini.

Baca juga: Kapal Perang 12.000 Ton Rusia Dirudal Ukraina, Tragedi Pahit Invasi Hari ke-50
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
PM Pakistan: Kesepakatan...
PM Pakistan: Kesepakatan AS-Iran Berpotensi Rampung dalam 24 Jam
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved