Perang Ukraina Dorong Jerman Perkuat Infrastruktur Bunker

Sabtu, 09 April 2022 - 20:55 WIB
loading...
A A A
“Jerman sedang mengerjakan konsep baru untuk memperkuat tempat parkir bawah tanah, stasiun kereta bawah tanah, dan ruang bawah tanah untuk menjadi tempat perlindungan,” katanya, Faeser juga menambahkan bahwa pemerintah telah memberi negara federal 88 juta Euro untuk memasang sirene baru.

Baca: Turki Masih Berharap Jadi Tuan Rumah Pembicaraan Rusia-Ukraina

"Tapi sejauh menyangkut cakupan nasional, kami bahkan tidak dekat," tambah Faeser. “Negara ini juga akan membangun stok krisis dengan persediaan termasuk peralatan medis, pakaian pelindung, masker atau obat-obatan,” lanjutnya.

Invasi Rusia ke Ukraina telah membuka mata dunia dan juga Eropa, bahwa perang di masa modern ini masih sangat mungkin terjadi. Dan, masih sama seperti Perang Dunia II lalu di tanah Eropa, tempat persembunyian bawah tanah atau bunker masih tetap menjadi pilihan utama bagi warga sipil untuk berlindung dari hujan bom.

Itu pula yang terjadi di Ukraina. Di sejumlah kota Ukraina yang menjadi sasara tembak artileri Rusia, warga sipil memilih untuk berlindung di stasiun kereta bawah tanah. Meski kondisi di stasiun kereta bawah tanah kurang memadai untuk tempat tinggal, namun keselamatan menjadi yang utama bagi warga Ukraina.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Laporan: Pentagon Tutupi...
Laporan: Pentagon Tutupi Informasi Jumlah Korban Militer AS dalam Perang di Iran
Sah! AS dan Arab Saudi...
Sah! AS dan Arab Saudi Teken Kerja Sama Nuklir Sipil
Rekomendasi
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
Kerugian Ekonomi Akibat...
Kerugian Ekonomi Akibat Obesitas Anak Capai Rp5.280 Triliun, Novo Nordisk Perluas Program Pencegahan
Datangi Bareskrim, Dude...
Datangi Bareskrim, Dude Harlino Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor PT DSI
Berita Terkini
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved