Jual Rudal ke Pemberontak Myanmar, Bos Yakuza Ditangkap
Jum'at, 08 April 2022 - 13:35 WIB
loading...
A
A
A
Militer Myanmar merebut kekuasaan dalam kudeta pada Februari 2021 dan memerangi tidak hanya pejuang bersenjata di daerah perbatasan di mana konflik telah bergemuruh selama bertahun-tahun, tetapi juga dari apa yang disebut Pasukan Pertahanan Rakyat, yang didirikan oleh warga sipil yang telah menerima pelatihan dasar dan dukungan dari kelompok etnis bersenjata.
Baca juga: AS Duga Kim Jong-un Akan Tes Senjata Nuklir saat Ultah Pendiri Korut
AS juga mengatakan bos kejahatan terorganisir itu juga berusaha membeli senjata untuk kelompok pembebasan Macan Tamil Eelam (LTTE) Sri Lanka. Kelompok itu pernah menguasai bagian utara dan timur Sri Lanka tetapi dikalahkan pada 2009 dan para pemimpinnya tewas.
Departemen Kehakiman AS menyertakan foto Ebisawa, berkacamata dan mengenakan mantel kulit cokelat, dengan peluncur roket bertengger di bahunya, selama pertemuan.
Pada 3 Februari tahun lalu, Ebisawa yang berusia 57 tahun dan seorang rekannya melakukan perjalanan ke Kopenhagen di mana agen DEA yang menyamar dan dua petugas polisi Denmark yang menyamar menunjukkan kepada mereka serangkaian senjata militer AS yang seolah-olah untuk dijual, termasuk senapan mesin dan roket anti-tank. Lembar dakwaan termasuk foto Ebisawa yang memegang peluncur roket selama pertemuan.
Mereka juga menunjukkan foto Ebisawa dan video rudal Stinger yang digunakan untuk menargetkan pesawat.
Baca juga: CemasPutin Ledakkan Bom Nuklir, Begini Cara AS Mengintainya
Baca juga: AS Duga Kim Jong-un Akan Tes Senjata Nuklir saat Ultah Pendiri Korut
AS juga mengatakan bos kejahatan terorganisir itu juga berusaha membeli senjata untuk kelompok pembebasan Macan Tamil Eelam (LTTE) Sri Lanka. Kelompok itu pernah menguasai bagian utara dan timur Sri Lanka tetapi dikalahkan pada 2009 dan para pemimpinnya tewas.
Departemen Kehakiman AS menyertakan foto Ebisawa, berkacamata dan mengenakan mantel kulit cokelat, dengan peluncur roket bertengger di bahunya, selama pertemuan.
Pada 3 Februari tahun lalu, Ebisawa yang berusia 57 tahun dan seorang rekannya melakukan perjalanan ke Kopenhagen di mana agen DEA yang menyamar dan dua petugas polisi Denmark yang menyamar menunjukkan kepada mereka serangkaian senjata militer AS yang seolah-olah untuk dijual, termasuk senapan mesin dan roket anti-tank. Lembar dakwaan termasuk foto Ebisawa yang memegang peluncur roket selama pertemuan.
Mereka juga menunjukkan foto Ebisawa dan video rudal Stinger yang digunakan untuk menargetkan pesawat.
Baca juga: CemasPutin Ledakkan Bom Nuklir, Begini Cara AS Mengintainya
Lihat Juga :