Jual Rudal ke Pemberontak Myanmar, Bos Yakuza Ditangkap
Jum'at, 08 April 2022 - 13:35 WIB
loading...
AS menangkap seorang bos Yakuza Takeshi Ebisawa dan kaki tangannya dengan tuduhan menjual narkoba dan rudal ke wilayah yang tidak stabil di Asia. Foto/Sputnik
A
A
A
WASHINGTON - Otoritas keamanan Amerika Serikat (AS) telah menangkap seorang pemimpin Yakuza dan tiga pria asal Thailand . Mereka dituduh telah menjual heroin dan metamfetamin serta mencoba memperoleh rudal darat-ke-udara buatan AS untuk kelompok bersenjata di Myanmar dan Sri Lanka .
Departemen Kehakiman AS mengatakan Takeshi Ebisawa, Sompak Rukrasaranee, Somphob Singhasiri dan Suksan Jullanan ditangkap di New York pada Senin dan Selasa atas perdagangan narkoba dan senjata serta tuduhan pencucian uang.
"Narkoba itu ditujukan untuk jalan-jalan New York, dan pengiriman senjata dimaksudkan untuk faksi-faksi di negara-negara yang tidak stabil," kata Damian Williams, jaksa AS untuk distrik selatan New York, dalam sebuah pernyataan.
“Anggota sindikat kejahatan internasional ini tidak bisa lagi membahayakan nyawa,” imbuhnya seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (8/4/2022).
Orang-orang itu telah diselidiki oleh agen Administrasi Penegakan Narkoba AS di Thailand setidaknya sejak 2019, mengatur untuk menjual sejumlah besar heroin dan metamfetamin kepada agen rahasia dari United Wa State Army (UWSA), sebuah kelompok etnis bersenjata di daerah perbatasan negara itu dengan China.
Ebisawa berencana untuk membeli senjata otomatis, roket, senapan mesin dan rudal permukaan-ke-udara untuk UWSA, serta dua kelompok bersenjata lainnya di Myanmar, Persatuan Nasional Karen dan Tentara Negara Bagian Shan.
Departemen Kehakiman AS mengatakan Takeshi Ebisawa, Sompak Rukrasaranee, Somphob Singhasiri dan Suksan Jullanan ditangkap di New York pada Senin dan Selasa atas perdagangan narkoba dan senjata serta tuduhan pencucian uang.
"Narkoba itu ditujukan untuk jalan-jalan New York, dan pengiriman senjata dimaksudkan untuk faksi-faksi di negara-negara yang tidak stabil," kata Damian Williams, jaksa AS untuk distrik selatan New York, dalam sebuah pernyataan.
“Anggota sindikat kejahatan internasional ini tidak bisa lagi membahayakan nyawa,” imbuhnya seperti dilansir dari Al Jazeera, Jumat (8/4/2022).
Orang-orang itu telah diselidiki oleh agen Administrasi Penegakan Narkoba AS di Thailand setidaknya sejak 2019, mengatur untuk menjual sejumlah besar heroin dan metamfetamin kepada agen rahasia dari United Wa State Army (UWSA), sebuah kelompok etnis bersenjata di daerah perbatasan negara itu dengan China.
Ebisawa berencana untuk membeli senjata otomatis, roket, senapan mesin dan rudal permukaan-ke-udara untuk UWSA, serta dua kelompok bersenjata lainnya di Myanmar, Persatuan Nasional Karen dan Tentara Negara Bagian Shan.
Lihat Juga :