AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:20 WIB
loading...
AI, Robot, dan Modal...
Robot-robot humanoid Unitree jadi simbol dari ambisi teknologi besar yang sedang dibangun China. Ini jadi taruhan besar Presiden Xi Jinping dalam perlombaan teknologi melawan AS. Foto/Weibo
A A A
JAKARTA - Ketika Perdana Menteri China Li Qiang secara terbuka memuji perusahaan robotika Unitree dan lonjakan valuasinya dari hanya 10 juta yuan menjadi 42 miliar yuan dalam satu dekade, banyak pelaku pasar melihatnya sebagai sinyal tak biasa dari Beijing.

Para pemimpin China jarang menyebut nama perusahaan tertentu secara terbuka, apalagi mengomentari valuasinya menjelang penawaran saham perdana atau IPO. Namun Unitree, yang memperoleh persetujuan melantai di bursa pada 2 Juli lalu, tampaknya menjadi simbol dari ambisi teknologi besar yang sedang dibangun China.

Baca Juga: Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir

Mengutip dari The Economist, Minggu (12/7/2026), Beijing diyakini ingin memimpin berbagai teknologi strategis mulai dari kecerdasan buatan (AI), robot humanoid, energi fusi, hingga implan otak digital dalam satu dekade ke depan.

Pertanyaannya bukan lagi apakah China mampu mengembangkan teknologi tersebut, melainkan apakah negara itu memiliki cukup modal untuk membiayainya.

Biayanya tidak kecil. Pusat data AI di China saja diperkirakan membutuhkan investasi sekitar 2 triliun yuan dalam lima tahun ke depan. Industri robotika dan manufaktur berteknologi tinggi diperkirakan memerlukan dana dengan besaran serupa dalam sepuluh tahun mendatang.

Di saat Amerika Serikat (AS) menikmati gelombang IPO teknologi raksasa dan pasar obligasinya dipenuhi optimisme terhadap AI, muncul pertanyaan apakah pasar modal China yang relatif lebih kecil mampu mengimbangi kebutuhan tersebut.

Sebagian kebutuhan pendanaan memang akan berasal dari laba perusahaan besar dan sistem perbankan yang dikendalikan negara. Namun porsi besar lainnya tetap harus datang dari investor publik maupun swasta.

Dalam dua tahun terakhir, Presiden Xi Jinping mulai melonggarkan kebijakan keras terhadap perusahaan teknologi dan investasi yang sebelumnya dianggap sebagai bentuk "ekspansi modal yang tidak teratur".

Pada saat yang sama, Beijing juga semakin jelas menunjukkan sektor mana yang ingin diprioritaskan. Hasilnya mulai terlihat.

Selama lima bulan pertama 2026, lebih dari 9.500 dana investasi baru diluncurkan di China, meningkat sekitar 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dana investasi yang diarahkan negara mengumpulkan sekitar 230 miliar yuan untuk investasi teknologi sepanjang 2025, melonjak tajam dari hanya 11 miliar yuan setahun sebelumnya.

Perlambatan pertumbuhan kredit di ekonomi yang sedang melambat juga memberi ruang bagi bank-bank untuk menyalurkan pembiayaan lebih besar kepada investor swasta.

Ledakan Startup Teknologi


DeepSeek, perusahaan AI yang menjadi salah satu startup paling dibicarakan di China tahun ini, dilaporkan sedang mencari pendanaan baru dengan valuasi mendekati USD60 miliar.

Investor yang disebut tertarik masuk antara lain Tencent dan produsen baterai terbesar dunia, CATL.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Iran Ancam Beri Balasan...
Iran Ancam Beri Balasan Atas Serangan AS, IRGC Klaim Tembak Jatuh Drone MQ-9
Israel Hancurkan 90%...
Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata
Rekomendasi
Ketum DPP Rekat Indonesia...
Ketum DPP Rekat Indonesia Dukung Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat Korupsi
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Pukat UGM: Pelimpahan...
Pukat UGM: Pelimpahan Perkara Febrie ke Kejagung Tak Miliki Dasar Hukum
Berita Terkini
12 Pegawai Pajak Bantu...
12 Pegawai Pajak Bantu Pengusaha Korupsi Uang Negara Senilai Rp110 Triliun, Dijuluki 'Perampokan Abad Ini'
AI, Robot, dan Modal...
AI, Robot, dan Modal Negara: Taruhan Besar Xi Jinping untuk Masa Depan China
Ukraina Ngamuk, Serang...
Ukraina Ngamuk, Serang 21 Kapal Tanker Minyak Rusia
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
4 Alasan Mojataba Ingin...
4 Alasan Mojataba Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya, Ingin Mewujudkan Kemenangan Total
Ukraina Tidak Akan Produksi...
Ukraina Tidak Akan Produksi Rudal Patriot meski Trump Beri Lisensi, Ini 3 Alasannya
Infografis
Demo Besar Guncang AS...
Demo Besar Guncang AS di 1.200 Lokasi dan 50 Negara Bagian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved