Tentara Rusia Dituduh Bantai 57 Warga Sipil di Bucha Ukraina, Mayat-mayat Berserakan

Senin, 04 April 2022 - 07:10 WIB
loading...
Tentara Rusia Dituduh...
Pemandangan Kota Bucha, pinggiran Kiev, Ukraina, setelah ditinggalkan tentara Rusia. Pasukan Moskow dituduh membantai puluhan warga sipil di Bucha. Foto/REUTERS/Zohra Bensemra
A A A
KIEV - Tentara Rusia meninggalkan wilayah Bucha, pinggiran Kiev, Ukraina , dengan sekitar 57 mayat berserakan di berbagai jalan. Penasihat Presiden Volodymyr Zelensky marah dan menggambarkan kengerian tersebut sebagai neraka abad ke-21.

Presiden Zelensky menuduh kepemimpinan Rusia bertanggung jawab atas pembantaian warga sipil di Bucha, kota yang direbut kembali pasukan Kiev setelah ditinggalkan pasukan Moskow.

Zelensky bersumpah untuk menyelidiki dan menuntut semua kejahatan Rusia di Ukraina dengan mengatakan bahwa dia telah menciptakan "mekanisme khusus" untuk melakukannya.

“Saya ingin semua pemimpin Federasi Rusia melihat bagaimana perintah mereka dipenuhi. Perintah seperti ini. Pemenuhan semacam ini. Dan ada tanggung jawab bersama. Untuk pembunuhan ini, untuk siksaan ini, untuk senjata yang diledakkan. Untuk tembakan di bagian belakang kepala,” kata Zelensky, beralih dari bahasa Ukraina ke bahasa Rusia, dalam sebuah pidato via video.

“Beginilah negara Rusia akan terlihat sekarang," ujarnya, seperti dikutip AFP, Senin (4/4/2022).

Baca juga: Kremlin: Menyerang Belarusia Sama dengan Menyerang Rusia

Rusia membantah telah membantai puluhan warga sipil di Bucha, wilayah yang dikontrolnya sejak hari-hari pertama invasi pada 24 Februari.

Banyak mayat ditemukan berserakan di jalan di jalan-jalan ketika Ukraina mendapatkan kembali kendali kota itu.

Berbicara untuk ibu-ibu tentara Rusia, pemimpin Ukraina itu berkata: “Mengapa mereka melakukan ini? Mengapa mereka [tentara Rusia] membunuh mereka [warga Ukraina]? Apa yang dilakukan pria yang mengendarai sepeda? Mengapa mereka menyiksa sampai mati orang-orang biasa yang damai di kota biasa yang damai? Apa yang dilakukan kota Bucha pada Rusia Anda?”

Zelensky berjanji untuk menemukan dan menghukum semua orang yang bertanggung jawab atas pembantaian di Bucha.

"Saya memutuskan untuk membuat mekanisme peradilan khusus di Ukraina untuk menyelidiki dan menuntut setiap kejahatan penjajah di negara kita," katanya.

Pemimpin Ukraina mengatakan itu akan mencakup ahli nasional dan internasional, penyelidik, jaksa dan hakim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Cerita PM Jepang Takaichi...
Cerita PM Jepang Takaichi Tetap Cuci Baju hingga Nyetrika, Tidur Cuma 0-3 Jam Sehari
Rekomendasi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved