Kentut di Depan Polisi, Warga Austria Didenda Rp8 Juta

Kamis, 18 Juni 2020 - 11:07 WIB
loading...
Kentut di Depan Polisi,...
Ilustrasi warga melintas di depan polisi. Foto/Reuters
A A A
WINA - Kentut di depan publik memang merupakan hal yang memalukan, bukan hanya di Indonesia. Tapi, tak bisa dibayangkan jika kentut di depan umum justru akan didenda.

Seorang pria di Wina, Austria, didenda 500 Euro (Rp8 juta) karena kentut dengan suara yang keras di depan polisi. Langkah hukum itu dianggap terlalu sepele dan menarik perhatian publik Austria. Namun, Kepolisian Austria membela langkah yang dilakukan petugas kepolisian.

Harian Österreich melaporkan denda itu dijatuhkan pada 5 Juni 2020. Polisi mengungkapkan denda tersebut karena kentut dengan suara keras dianggap tidak sopan. “Tentu saja tidak ada yang akan dilaporkan karena tidak sengaja buang angin sekali," demikian bela Kepolisian Kota Wina, pada akun Twitter.

Melansir Guardian, pria tersebut bertingkah provokatif dan tidak bekerja sama ketika polisi mencoba mengklarifikasi insiden tersebut. Pria itu bangkit dari kursi taman dan melihat ke arah petugas. “Dia buang angin dengan penuh kesengajaan,” ujar petugas polisi. (Baca: Dinilai Arogan dan Sombong, Tyson Furry Dikecam Mantan Juara)

Polisi menganggap tindakan itu sebagai upaya perlawanan terhadap petugas keamanan. Polisi menyebut pria tersebut melanggar ketertiban umum. Mereka menyebut denda tersebut bisa digugat atau mengajukan banding.

Sebelumnya, buang angin pernah menjadi perkara hukum pada 2019 lalu di Australia yang diberitakan banyak media pada Maret 2019 lalu. Seorang pria bernama David Hingst menggugat perusahaan tempat dia pernah bekerja di pengadilan setelah dirinya mengklaim mantan atasannya, Greg Short, sering buang angin di depannya. Kentut sembarangan itu dianggap sebagai perundungan.

Pria tersebut mengatakan bosnya "mengangkat bokong dan kentut" ke arahnya paling tidak sebanyak enam kali dalam sehari. Dia lantas melayangkan gugatan terhadap perusahaan sebesar 1,8 juta dolar Australia atau sekitar Rp18 miliar. Namun, Pengadilan Negara Bagian Victoria memutuskan sang mantan atasan tidak melakukan perundungan. (Lihat foto: Penerapan New Normal, Pesanan Partisi Plastik untuk Ojol Tinggi)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur Austria Berani...
Jet Tempur Austria Berani Cegat Pesawat Mata-mata Militer AS: Haruskah Kami Tembak Jatuh?
Pria Ini Ditangkap karena...
Pria Ini Ditangkap karena Tinggalkan Pacarnya di Puncak Gunung Tertinggi Austria hingga Mati Membeku
Influencer Cantik Stefanie...
Influencer Cantik Stefanie Pieper Dibunuh, Jasad Dimasukkan Koper dan Dikubur di Hutan
Rusia Makin Agresif,...
Rusia Makin Agresif, Austria Pertimbangkan Gabung NATO
Penembakan Sekolah Guncang...
Penembakan Sekolah Guncang Austria, 10 Orang Tewas Termasuk Pelaku
Intelijen Austria: Iran...
Intelijen Austria: Iran Bikin Rudal Nuklir yang Mampu Lakukan Serangan Jarak Jauh
Richard Lee Ditahan...
Richard Lee Ditahan Kejati, Dokter Detektif: Bukti Sudah Lengkap dan Siap Diuji di Pengadilan
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved