PM Pakistan Sebut Serangan India Pengecut dan Tanpa Alasan
Rabu, 07 Mei 2025 - 10:03 WIB
loading...
Pasukan keamanan berpatroli di jalan dekat wilayah Wuyan di Pampore di Kashmir yang dikelola India pada hari Selasa. Foto/Faisal Khan/Anadolu
A
A
A
ISLAMABAD - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif kembali mengecam serangan India yang "pengecut" dan "tanpa alasan".
"Pakistan memiliki hak mutlak untuk menanggapi serangan India yang tidak beralasan ini dengan tegas, tanggapan tegas sudah dilakukan," tulis Sharif di X.
"Seluruh bangsa bersatu di belakang angkatan bersenjatanya, dan moral serta tekad kami tetap tak tergoyahkan," tegas dia.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Pakistan telah merilis pernyataan tegas yang menuduh India melakukan "tindakan perang yang tidak beralasan dan terang-terangan".
"Tindakan agresi India telah mengakibatkan kematian warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak," papar pernyataan itu.
Kemlu Pakistan menjelaskan, "Tindakan agresi ini juga telah menyebabkan ancaman serius terhadap lalu lintas udara komersial. Kami mengutuk keras tindakan pengecut India, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan norma-norma hubungan antarnegara yang telah ditetapkan."
Pernyataan kementerian tersebut juga menuduh India menggunakan "hantu terorisme untuk memajukan narasi palsu tentang korban, yang membahayakan perdamaian dan keamanan regional".
"Pakistan memiliki hak mutlak untuk menanggapi serangan India yang tidak beralasan ini dengan tegas, tanggapan tegas sudah dilakukan," tulis Sharif di X.
"Seluruh bangsa bersatu di belakang angkatan bersenjatanya, dan moral serta tekad kami tetap tak tergoyahkan," tegas dia.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Pakistan telah merilis pernyataan tegas yang menuduh India melakukan "tindakan perang yang tidak beralasan dan terang-terangan".
"Tindakan agresi India telah mengakibatkan kematian warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak," papar pernyataan itu.
Kemlu Pakistan menjelaskan, "Tindakan agresi ini juga telah menyebabkan ancaman serius terhadap lalu lintas udara komersial. Kami mengutuk keras tindakan pengecut India, yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam PBB, hukum internasional, dan norma-norma hubungan antarnegara yang telah ditetapkan."
Pernyataan kementerian tersebut juga menuduh India menggunakan "hantu terorisme untuk memajukan narasi palsu tentang korban, yang membahayakan perdamaian dan keamanan regional".
Lihat Juga :