NATO Terpecah Soal Bantuan Militer untuk Ukraina

Rabu, 30 Maret 2022 - 13:48 WIB
loading...
A A A
"Beberapa anggota NATO percaya bahwa upaya untuk menengahi perdamaian ini kontraproduktif dan dapat dimainkan di tangan Putin,” tulis Bloomberg mengutip sebuah dokumen.

Baca juga: Minta Jet Tempur Tak Dituruti, Ukraina Merasa Dipingpong NATO

Inggris, Polandia, dan banyak negara Eropa Tengah dan Timur digambarkan "skeptis" bahwa Rusia serius mengejar perdamaian. Beberapa juga dikutip percaya bahwa kesepakatan tanpa penarikan penuh pasukan Rusia akan “dipakai Putin.”

Sementara itu, dua pejabat dikutip mengatakan bahwa Scholz telah memperingatkan anggota NATO lainnya agar tidak mengabaikan Undang-Undang Pendiri NATO-Rusia 1997. Berlin berpandangan bahwa saluran komunikasi antara NATO dan Rusia yang diuraikan dalam dokumen itu masih diperlukan suatu hari nanti, menurut laporan itu.

Perunding Rusia dan Ukraina bertemu untuk putaran baru pembicaraan damai di ibukota Turki, Istanbul, pada hari Selasa kemarin.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa mengumumkan bahwa mereka telah memutuskan untuk secara drastis mengurangi permusuhan di sekitar ibu kota dan sekitar Chernihiv di timur laut kota. Wakil Menteri Pertahanan Alexander Fomin mengatakan perubahan itu dimaksudkan untuk meningkatkan rasa saling percaya dan menciptakan kondisi untuk negosiasi lebih lanjut.

Narasi ini didukung oleh ajudan Kremlin dan perunding Rusia Vladimir Medinsky, yang mengatakan kepada wartawan bahwa perubahan strategi adalah salah satu dari dua langkah de-eskalasi di samping tawaran untuk mengadakan pertemuan antara Putin dan mitranya dari Ukraina Volodymyr Zelensky, yang telah lama menginginkan sebuah pertemuan.

Baca juga: Jika Rusia Gunakan Senjata Kimia di Ukraina, NATO Akan Ambil Tindakan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Bom Ransel Meledak di...
Bom Ransel Meledak di Apartemen Monako, Oligarki Ukraina Vadym Iermolaiev Terluka
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Penembakan di Fasilitas...
Penembakan di Fasilitas Remaja, 6 Orang Tewas
Rekomendasi
Masyarakat Indonesia...
Masyarakat Indonesia Bangun Islamic Centre Pertama dan Terbesar di Melbourne dari Eks Kantor Polisi
Kejutan! Maroko Singkirkan...
Kejutan! Maroko Singkirkan Belanda Lewat Drama Adu Penalti
Perkuat Industri Maritim,...
Perkuat Industri Maritim, BKI Dorong Kolaborasi PIKKI Bersama PT PAL
Berita Terkini
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Momen Penyelamatan...
5 Momen Penyelamatan Korban Gempa Venezuela yang Mengharukan
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved