Sejumlah Pasukan Rusia Tinggakan Kiev, Pentagon Sebut Bukan Penarikan Mundur

Rabu, 30 Maret 2022 - 07:26 WIB
loading...
Sejumlah Pasukan Rusia...
Sejumlah kecil pasukan Rusia meninggalkan Kiev. Foto/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon menyatakan bahwa sejumlah kecil pasukan Rusia telah pindah dari Ibu Kota Ukraina Kiev. Namun, Pentagon menganggap itu bukanlah penarikan mundur yang nyata melainkan sebagai reposisi.

Juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan bahwa pelaporan tentang pergerakan Rusia menjauh dari ibu kota telah dibesar-besarkan dan itu tidak berarti bahwa ancaman terhadap Kiev sudah berakhir.

"Rusia telah gagal dalam tujuannya untuk merebut Kiev,” kata Kirby.



"Militer Rusia masih dapat menimbulkan kebrutalan besar-besaran di negara itu, termasuk di Kiev,” imbuhnya seperti dikutip dari Washington Examiner, Rabu (30/3/2022).

Pernyataannya datang sehari setelah seorang pejabat senior pertahanan AS mengatakan kepada wartawan bahwa pasukan Rusia benar-benar tidak melakukan upaya di lapangan untuk maju ke kota, dan beberapa hari sebelumnya, pejabat yang sama mengatakan bahwa Rusia sekarang memprioritaskan wilayah Donbas.

Sejak awal invasi, Rusia telah berusaha untuk merebut wilayah yang cukup antara Crimea, yang dianeksasi Rusia pada tahun 2014, dan bagian timur Ukraina, yang memiliki faksi separatis pro-Rusia, sehingga dapat lebih mudah memindahkan pasokan dan pasukan dari satu daerah ke daerah lain.

Baca juga: Ledakan Hebat Guncang Rusia, Diklaim sebagai Serangan Rudal Ukraina

Dengan demikian, mereka telah memberikan penekanan yang signifikan untuk mengambil alih Mariupol, sebuah kota pelabuhan utama di sepanjang Laut Azov, yang warganya telah menghadapi beberapa taktik perang yang paling keras, termasuk pengeboman terhadap rumah sakit bersalin, teater, dan sekolah yang bertindak sebagai tempat penampungan.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina pekan lalu mengakui bahwa Rusia berhasil menciptakan koridor darat antara dua wilayah.

Penilaian terbaru Pentagon sejalan dengan Gedung Putih, di mana direktur komunikasi Kate Bedingfield menggambarkan pergerakan di sekitar Kiev sebagai "penempatan kembali" dan bukan "penarikan" langsung.

Baca juga: Ukraina Beber Identitas 620 Mata-mata Rusia, Klaim Pukulan bagi Putin

"Semua orang harus berharap bahwa kita akan terus melihat serangan di seluruh Ukraina," kata Bedingfield.

"Jelas, pesan utama yang disampaikan presiden dalam perjalanannya ke Eropa minggu lalu adalah bahwa kita berada dalam kerja keras yang panjang, bahwa sekutu dan mitra kita harus tetap ada, bahwa tekad kita perlu tetap kuat, dan bahwa kita perlu terus menjalankan strategi yang menimbulkan biaya signifikan pada ekonomi Rusia dan, sekali lagi, memperkuat Ukraina di medan perang dan di meja perundingan," tuturnya

Selama sekitar seminggu terakhir, Amerika Serikat telah memperingatkan tentang kemungkinan serangan kimia di Ukraina, pemerintah menuduh pasukan Rusia melakukan kejahatan perang, dan Presiden Joe Biden menyerukan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak bisa terus berkuasa yang segera setelahnya memberikan klarifikasi atas pernyataannya tersebut.

Baca juga: Sebut Putin Tidak Bisa Terus Berkuasa, Ini Penjelasan Biden
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Kesepakatan MiG untuk...
Kesepakatan MiG untuk Drone antara Polandia dan Drone Ukraina Batal, Ini Pemicu Utamanya
Mahkamah Agung Batalkan...
Mahkamah Agung Batalkan Perintah Kewarganegaraan Berdasarkan Kelahiran Trump
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
Donald Trump Raup Rp25...
Donald Trump Raup Rp25 Triliun dari Bisnis Kripto, Lampaui Pendapatan Properti yang Dibangun Puluhan Tahun
Pesawat Pembawa Penerjun...
Pesawat Pembawa Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas
Mantan Kepala Staf IDF...
Mantan Kepala Staf IDF Ini Siap "Gulingkan" Netanyahu sebagai PM Israel
Rekomendasi
Inggris vs DR Kongo:...
Inggris vs DR Kongo: Gol Kilat Brian Cipenga Kejutkan The Three Lions
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolri Bedah Rumah Guru Ngaji Tak Layak Huni di Palembang
Polda Metro Jaya: Korban...
Polda Metro Jaya: Korban Penipuan Hanania Travel Capai 1.430 Orang
Berita Terkini
Israel Sebut Mojtaba...
Israel Sebut Mojtaba Jadi Target Pembunuhan, Iran Marah Besar!
Direktur CIA: Dunia...
Direktur CIA: Dunia Terancam dengan Senjata Nuklir Digital yang Didukung AI
Jalanan di Inggris Meleleh...
Jalanan di Inggris Meleleh pada Suhu 45 Derajat Celsius, Ini 3 Alasannya
Paksa Rusia Mengakhiri...
Paksa Rusia Mengakhiri Perang, Ukraina Intensifkan Serangan Drone ke Moskow
Siapkan Kemenangan pada...
Siapkan Kemenangan pada Pemilu Pertengahan, Trump Gelar Konvensi Partai Republik
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Infografis
Pasukan Elite Israel...
Pasukan Elite Israel Brigade Golani Ditarik Mundur dari Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved