ISIS Klaim Tembak Mati Dua Polisi Israel, Serangan Kedua dalam Sepekan
Selasa, 29 Maret 2022 - 10:58 WIB
loading...
Mobil pelaku penembakan terlihat setelah serangan di Hadera, Israel, 27 Maret 2022. Foto/REUTERS
A
A
A
TEL AVIV - Kelompok Negara Islam (ISIS) mengaku bertanggung jawab pada Senin (28/3/2022) atas penembakan di Negev saat dua pria Arab bersenjata membunuh dua petugas polisi Israel dan melukai empat orang lainnya.
Itu menjadi serangan mematikan kedua oleh ISIS dalam waktu sepekan.
Pada Minggu, para pelaku melepaskan tembakan pada malam pertemuan antara menteri luar negeri dari empat negara Arab dan Amerika Serikat di Israel tengah.
Baca juga: Roman Abramovich Buta Berjam-jam setelah Makan Coklat Beracun saat Negosiasi
Kurang dari sepekan yang lalu, seorang penyerang tunggal, yang terinspirasi ISIS, membunuh empat orang dalam aksi penusukan di selatan Israel.
Baca juga: Senjata Kiamat Rusia Ini Mampu Ciptakan Tsunami Radioaktif Penghancur Kota
Rekaman keamanan menunjukkan dua pria melepaskan tembakan di Hadera sebelum mereka ditembak oleh dua anggota unit kontraterorisme Polisi Perbatasan Israel yang berada di satu restoran di dekatnya ketika serangan dimulai. Layanan darurat dengan cepat menanggapi situasi tersebut.
Baca juga: 2 Negosiator Ukraina dan Miliarder Rusia Abramovich Diduga Diracun
“Ini adalah pembunuhan demi pembunuhan dan teror demi teror,” ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Yair Lapid, diapit menteri dari Bahrain, Mesir, Maroko, Uni Emirat Arab (UEA), dan Amerika Serikat (AS).
Dia menambahkan, “Tujuan teroris adalah untuk mengintimidasi kami.”
Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita berbicara tentang serangan teroris itu, dengan menyatakan, “Kehadiran kami di sini hari ini, menurut saya, adalah tanggapan terbaik terhadap serangan semacam itu.”
ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu melalui corongnya, Amaq, yang melaporkan dua jihadis telah membunuh dua anggota pasukan keamanan Israel.
Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett mengatakan "hatinya hancur" atas serangan itu.
Dia mengeluarkan pernyataan dari rumahnya, saat dia mengisolasi diri setelah dites positif untuk Covid.
Sebaliknya, Hamas, kelompok militan Islam yang menguasai Gaza, menyebutnya sebagai “operasi heroik.”
Kerusuhan terjadi menjelang dimulainya bulan suci Ramadhan. Warga telah didesak untuk tetap waspada dan polisi akan mendirikan pos pemeriksaan di jalan-jalan utama di daerah itu mulai Selasa.
Ramadhan, yang dimulai pada Sabtu, sebelumnya telah menjadi periode di mana kekerasan pecah antara polisi Israel dan pengunjuk rasa Muslim.
Tahun lalu, bentrokan antara keduanya memicu konflik antara pasukan di Israel dan Gaza.
Itu menjadi serangan mematikan kedua oleh ISIS dalam waktu sepekan.
Pada Minggu, para pelaku melepaskan tembakan pada malam pertemuan antara menteri luar negeri dari empat negara Arab dan Amerika Serikat di Israel tengah.
Baca juga: Roman Abramovich Buta Berjam-jam setelah Makan Coklat Beracun saat Negosiasi
Kurang dari sepekan yang lalu, seorang penyerang tunggal, yang terinspirasi ISIS, membunuh empat orang dalam aksi penusukan di selatan Israel.
Baca juga: Senjata Kiamat Rusia Ini Mampu Ciptakan Tsunami Radioaktif Penghancur Kota
Rekaman keamanan menunjukkan dua pria melepaskan tembakan di Hadera sebelum mereka ditembak oleh dua anggota unit kontraterorisme Polisi Perbatasan Israel yang berada di satu restoran di dekatnya ketika serangan dimulai. Layanan darurat dengan cepat menanggapi situasi tersebut.
Baca juga: 2 Negosiator Ukraina dan Miliarder Rusia Abramovich Diduga Diracun
“Ini adalah pembunuhan demi pembunuhan dan teror demi teror,” ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Israel Yair Lapid, diapit menteri dari Bahrain, Mesir, Maroko, Uni Emirat Arab (UEA), dan Amerika Serikat (AS).
Dia menambahkan, “Tujuan teroris adalah untuk mengintimidasi kami.”
Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita berbicara tentang serangan teroris itu, dengan menyatakan, “Kehadiran kami di sini hari ini, menurut saya, adalah tanggapan terbaik terhadap serangan semacam itu.”
ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan itu melalui corongnya, Amaq, yang melaporkan dua jihadis telah membunuh dua anggota pasukan keamanan Israel.
Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett mengatakan "hatinya hancur" atas serangan itu.
Dia mengeluarkan pernyataan dari rumahnya, saat dia mengisolasi diri setelah dites positif untuk Covid.
Sebaliknya, Hamas, kelompok militan Islam yang menguasai Gaza, menyebutnya sebagai “operasi heroik.”
Kerusuhan terjadi menjelang dimulainya bulan suci Ramadhan. Warga telah didesak untuk tetap waspada dan polisi akan mendirikan pos pemeriksaan di jalan-jalan utama di daerah itu mulai Selasa.
Ramadhan, yang dimulai pada Sabtu, sebelumnya telah menjadi periode di mana kekerasan pecah antara polisi Israel dan pengunjuk rasa Muslim.
Tahun lalu, bentrokan antara keduanya memicu konflik antara pasukan di Israel dan Gaza.
(sya)
Lihat Juga :