Lavrov: Rusia Tak Terisolasi, Punya Banyak Teman Termasuk ASEAN

Senin, 28 Maret 2022 - 20:05 WIB
loading...
A A A
“Kami tertarik dengan negosiasi ini yang diselesaikan dengan hasil yang akan mencapai tujuan fundamental kami. Pertama-tama, ini adalah mengakhiri pembunuhan warga sipil di wilayah Donbass, yang telah berlangsung selama delapan tahun, di mana seluruh komunitas Barat yang progresif tetap bungkam, bahkan tidak pernah membuat komentar kritis, meskipun semua orang menyaksikan pemboman infrastruktur sipil, rumah sakit, taman kanak-kanak, klinik, dan bangunan tempat tinggal di daerah tersebut," papar Lavrov.

Dia menjelaskan Moskow siap mempertimbangkan lokasi yang berbeda untuk kelanjutan negosiasi Rusia-Ukraina, termasuk Beograd.

Pertemuan Putin-Zelensky?

Secara terpisah, dia fokus pada kemungkinan pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Lavrov menjelaskan, pertemuan itu diperlukan segera setelah ada kejelasan tentang masalah-masalah utama.

"Pertemuan (antara keduanya) diperlukan segera setelah kami memiliki kejelasan mengenai hasil dari semua topik utama ini. Kami telah menarik perhatian pada masalah ini selama bertahun-tahun. Barat tidak mendengarkan kami, sekarang mereka telah mendengar," ungkap diplomat top Rusia itu.

Dia menambahkan selama negosiasi saat ini dengan Ukraina, Moskow berkewajiban memastikan "rakyat di Donbass tidak pernah lagi menderita dari rezim Kiev" dan baha "Ukraina tidak lagi menjadi negara yang terus-menerus dimiliterisasi" dalam upaya untuk mengancam Rusia. .

Lavrov juga menggembar-gemborkan hubungan China dan Rusia, yang katanya, "Pada tingkat terbaik dalam sejarah."

Operasi Khusus Rusia di Ukraina
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
AS dan Iran Kembali...
AS dan Iran Kembali Saling Serang Pasca-Tandatangani Perjanjian Damai
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Rencana Batasan Tar-Nikotin...
Rencana Batasan Tar-Nikotin dan Penyeragaman Kemasan Dinilai Ancam Industri Kretek Nasional
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden FIFA Dicecar...
Presiden FIFA Dicecar Jurnalis soal Kekacauan Piala Dunia 2026, Jawaban Infantino Terkesan Meremehkan
Berita Terkini
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved