Jenderal Rusia Kembali Tewas, Ketujuh Selama Invasi

Sabtu, 26 Maret 2022 - 20:13 WIB
loading...
Jenderal Rusia Kembali...
Letnan Jenderal Yakov Rezantsev, komandan tentara gabungan ke-49 Rusia, tewas dalam serangan di dekat kota selatan Kherson. Foto/BBC
A A A
KIEV - Kementerian pertahanan Ukraina mengatakan seorang jenderal Rusia kembali tewas dalam pertempuran. Letnan Jenderal Yakov Rezantsev, komandan tentara gabungan ke-49 Rusia, tewas dalam serangan di dekat kota Kherson sebelah selatan Ukraina .

Media Ukraina melaporkan bahwa Rezantsev tewas di pangkalan udara Chornobaivka dekat Kherson, yang digunakan Rusia sebagai pos komando dan telah diserang oleh militer Ukraina beberapa kali seperti dikutip dari BBC, Sabtu (26/3/2022).

Diperkirakan bahwa moral yang rendah di antara pasukan Rusia telah memaksa perwira senior lebih dekat ke garis depan.



Seorang pejabat barat mengatakan dia adalah jenderal ketujuh yang tewas di Ukraina, dan letnan jenderal kedua alias perwira tertinggi yang dilaporkan tewas.

Letnan jenderal lainnya, Andrei Mordvichev, dilaporkan tewas oleh serangan Ukraina di pangkalan yang sama.

Kherson adalah kota Ukraina pertama yang diduduki oleh pasukan Rusia, meskipun ada laporan bahwa aksi protes terhadap pendudukan Rusia setiap hari berlangsung di sana.

Meskipun Rusia telah mengkonfirmasi kematian hanya satu jenderal, Kiev dan pejabat barat percaya tujuh perwira tinggi telah tewas dalam pertempuran sejak perang dimulai.

Namun kematian Mayor Jenderal Magomed Tushayev dari garda nasional Chechnya telah diperdebatkan.

Baca juga: Ukraina Klaim 15 Komandan Top Termasuk 6 Jenderal Rusia Tewas dalam Perang

Tidak biasa bagi perwira senior Rusia untuk berada begitu dekat dengan medan perang, dan pejabat barat percaya bahwa mereka telah dipaksa untuk bergerak ke garis depan untuk menghadapi moral yang rendah di antara pasukan Rusia.

Perlawanan Ukraina yang kuat secara tak terduga, peralatan Rusia yang buruk, dan jumlah korban tewas yang tinggi di antara pasukan Rusia, semuanya dianggap berkontribusi pada jatuhnya moral pasukan.

Pasukan Rusia diyakini sebagian mengandalkan sistem komunikasi terbuka, misalnya ponsel dan radio analog, yang mudah disadap dan dapat memberikan lokasi perwira tinggi.

Seseorang di dalam lingkaran dalam Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan kepada Wall Street Journal bahwa Ukraina memiliki tim intelijen militer yang didedikasikan untuk menargetkan perwira Rusia.

Baca juga: Intel Rusia: 6.595 Tentara Bayaran Asing dari 62 Negara Bantu Ukraina

Pada hari Jumat, seorang pejabat barat melaporkan bahwa seorang kolonel Rusia telah sengaja ditabrak dan dibunuh oleh anak buahnya sendiri, sebagai akibat dari skala kerugian yang diambil oleh brigadenya.

"Pembunuhan komandan brigade senapan motor ke-37 memberikan wawasan tentang beberapa tantangan moral yang dihadapi pasukan Rusia," kata pejabat itu.

Sejauh ini, Presiden Rusia Vladimir Putin hanya mengacu pada kematian satu jenderal, yang diduga Mayjen Andrey Sukhovetsky, dalam pidatonya segera setelah dimulainya perang.

Rusia mengatakan 1.351 tentara tewas sejak perang dimulai di Ukraina, meskipun pejabat Kiev dan Barat mengatakan jumlahnya jauh lebih banyak.

Baca juga: Rusia Ungkap 1.351 Tentaranya Tewas, 14.000 Prajurit Ukraina Gugur
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
WNI Dikeroyok dan Dianiaya...
WNI Dikeroyok dan Dianiaya di Malaysia, Polisi Amankan 4 Orang yang Terlibat
Trump: Jika Iran Tak...
Trump: Jika Iran Tak Berperilaku Baik, Kita Akan Jatuhkan Bom di Kepala Mereka
Rekomendasi
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Portugal Mentok, Ronaldo...
Portugal Mentok, Ronaldo Dicap Egois!
PRJ 2026 Pecah! Wali...
PRJ 2026 Pecah! Wali Ajak Penonton Nyanyi dan Joget Bareng
Berita Terkini
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
Langka, Trump Bela Hak...
Langka, Trump Bela Hak Iran Memiliki Rudal Balistik
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved