Sebut Putin Putus Asa, Biden Wanti-wanti Rusia Bisa Gunakan Senjata Kimia

Selasa, 22 Maret 2022 - 22:39 WIB
loading...
Sebut Putin Putus Asa,...
Sebut Presiden Vladimir Putin putus asa, Presiden AS Joe Biden memperingatkan bahwa Rusia bisa menggunakan senjata kimia di Ukraina. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan bahwa tuduhan palsu Rusia bahwa Ukraina memiliki senjata kimia dan biologis adalah "tanda yang jelas" bahwa Vladimir Putin yang putus asa sedang mempertimbangkan untuk menggunakannya sendiri.

Presiden AS itu mengatakan posisi presiden Rusia itu dalam posisi yang buruk yang bisa memaksanya melakukan sesuatu untuk menghindari kegagalan.

"Dan sekarang dia berbicara tentang false flag yang dia buat termasuk, menegaskan bahwa kita di Amerika memiliki senjata biologis dan kimia di Eropa - sama sekali tidak benar. Saya jamin," kata Biden dalam sebuah acara.



“Mereka juga menyarankan bahwa Ukraina memiliki senjata biologi dan kimia di Ukraina. Itu pertanda jelas dia mempertimbangkan untuk menggunakan keduanya. Dia sudah menggunakan senjata kimia di masa lalu, dan kita harus berhati-hati dengan apa yang akan terjadi,” imbuhnya.

"(Putin) tahu akan ada konsekuensi berat karena front persatuan NATO," ujarnya, tanpa merinci tindakan apa yang akan diambil aliansi tersebut seperti dilansir dari The Guardian, Selasa (22/3/2022).

Pernyataan Biden itu menguatkan pernyataan sebelumnya oleh pejabat di Washington dan negara-negara sekutu, yang menuduh Rusia menyebarkan klaim yang belum terbukti bahwa Ukraina memiliki program senjata biologis sebagai kemungkinan awal untuk berpotensi meluncurkan serangan biologis atau kimianya sendiri.

Baca juga: Soal Senjata Biologis, Dubes Ukraina: Rusia Bohong!

Biden mengeluarkan pernyataan itu setelah Pentagon mengatakan telah melihat "bukti yang jelas" pasukan Rusia melakukan kejahatan perang dan membantu mengumpulkan bukti.

Biden juga mengatakan Rusia menggunakan rudal hipersonik untuk menghancurkan gudang senjata pada hari Sabtu.

“Karena itu satu-satunya hal yang dapat mereka lewati dengan kepastian mutlak,” ujarnya.

Baca juga: Biden Konfirmasi Putin Gunakan Rudal Hipersonik dalam Perang Ukraina

Seorang pejabat pemerintah AS pada Senin malam mengklarifikasi bahwa Biden mengkonfirmasi penggunaan rudal canggih semacam itu oleh Rusia, tetapi mencatat bahwa dampak serangan itu tidak diketahui. Seorang pejabat senior pertahanan AS sebelumnya mengajukan pertanyaan tentang legitimasi laporan Rusia.

Pekan lalu, presiden AS itu mengatakan dia pikir Putin adalah "penjahat perang", serta "diktator pembunuh" dan "penjahat", komentar yang oleh Kementerian Luar Negeri Rusia dianggap "tidak layak untuk tokoh negara yang posisinya sangat tinggi" dan berisiko merusak hubungan AS-Rusia.

Invasi Rusia sebagian besar terhenti, gagal merebut kota besar mana pun, tetapi menyebabkan kehancuran besar-besaran di daerah pemukiman.

Baca juga: Biden Sebut Putin Penjahat Perang, Kremlin Tidak Terima

Pengadilan internasional PBB telah memerintahkan Moskow untuk menghentikan invasinya , dan seorang jaksa di pengadilan kriminal internasional telah meluncurkan penyelidikan kejahatan perang .
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
5 Calon Manajer KDMP...
5 Calon Manajer KDMP Meninggal, DPR: Hentikan Sementara Latsarmil
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved