Rusia Beri Jawaban Tegas pada Gagasan Referendum Zelensky

Selasa, 22 Maret 2022 - 21:54 WIB
loading...
Rusia Beri Jawaban Tegas...
Tentara Rusia mengendarai tank di Krimea. Foto/epa
A A A
MOSKOW - Rusia mengatakan ide Ukraina mengajukan persyaratan kesepakatan damai untuk referendum hanya akan merusak pembicaraan yang sedang berlangsung.

Ide referendum muncul seiring proses negosiasi antara Ukraina dan Rusia. Moskow meluncurkan kampanye militer melawan Ukraina akhir bulan lalu.

"Kami yakin bahwa menempatkan (persyaratan) ke publik pada saat ini hanya dapat merusak negosiasi yang sudah berjalan jauh lebih lambat dan kurang substansial dari yang kami inginkan," papar juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada Selasa (22/3/2022).

Baca juga: Zelensky: Kesepakatan Apapun dengan Rusia akan Lewati Referendum Rakyat

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menyarankan persyaratan perdamaian yang "bersejarah" mungkin menjadi subyek referendum.

Baca juga: Biden Ramal Tatanan Dunia Baru Segera Dibentuk, AS Harus Memimpin

"Orang-orang harus menanggapi ... kompromi tertentu," ujar dia kepada wartawan pada Senin.

Baca juga: AS Kirim Rudal Pertahanan Udara Era Soviet ke Ukraina, Lama Disimpan di Alabama

Dia menambahkan bahwa rinciannya masih tergantung pada pembicaraan dengan Moskow.

Rusia dan Ukraina mengadakan beberapa putaran pembicaraan di Belarusia, kemudian beralih ke diskusi melalui tautan video.

Zelensky menegaskan Kiev sedang mencari jaminan keamanan dari Rusia dan Barat.

Moskow ingin Ukraina secara resmi menjadi negara netral, menolak bergabung dengan NATO, blok militer pimpinan AS yang dipandang Rusia sebagai ancaman.

Moskow lebih lanjut mengatakan menginginkan "demiliterisasi" dan "denazifikasi" Ukraina, serta agar Kiev mengakui Krimea sebagai bagian dari Rusia, dan republik di Donetsk dan Lugansk sebagai negara merdeka.

Krimea, yang didominasi penutur bahasa Rusia, memilih meninggalkan Ukraina dan bergabung dengan Rusia tak lama setelah kudeta 2014 di Kiev.

Republik Donetsk dan Lugansk memisahkan diri dari Ukraina pada tahun yang sama.

Moskow menyerang Ukraina pada 24 Februari, menyusul kebuntuan tujuh tahun atas kegagalan Kiev untuk mengimplementasikan perjanjian gencatan senjata Minsk dengan republik-republik yang memisahkan diri.

Kesepakatan yang ditengahi internasional dimaksudkan untuk mengatur otonomi Donetsk dan Lugansk di Ukraina.

Kiev mengatakan serangan Rusia benar-benar tidak beralasan. Ukraina membantah klaim bahwa pihaknya berencana untuk merebut kembali kedua republik dengan paksa.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Trump Teken MoU Perjanjian...
Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir
Rekomendasi
Konser BTS Jakarta 2026...
Konser BTS Jakarta 2026 Jadi 3 Hari, Pramono Sebut Berdampak Besar bagi Ekonomi
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved