AS: Penindasan Myanmar Terhadap Muslim Rohingya adalah Genosida
Selasa, 22 Maret 2022 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Lebih dari 700.000 Muslim Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar yang mayoritas beragama Buddha ke kamp-kamp pengungsi di Bangladesh sejak Agustus 2017, ketika militer Myanmar melancarkan operasi pembersihan sebagai tanggapan atas serangan oleh kelompok pemberontak.
Pasukan keamanan Myanmar telah dituduh melakukan pemerkosaan massal, pembunuhan dan pembakaran ribuan rumah. Pakar Departemen Luar Negeri telah mendokumentasikan contoh militer Myanmar yang meratakan desa dan melakukan pemerkosaan, penyiksaan, dan pembunuhan massal terhadap warga sipil setidaknya sejak 2016.
Baca: Disetujui PBB, Bangladesh Pindahkan 81.000 Rohingya ke Pulau Terpencil
Penentuan bahwa genosida telah terjadi dapat menyebabkan tekanan internasional tambahan pada pemerintah, yang sudah menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional di Den Haag.
“Saat kami meletakkan dasar untuk akuntabilitas di masa depan, kami juga bekerja untuk menghentikan kekejaman militer yang sedang berlangsung, dan mendukung rakyat Burma saat mereka berusaha mengembalikan negara itu ke jalur demokrasi,” kata Blinken.
Pasukan keamanan Myanmar telah dituduh melakukan pemerkosaan massal, pembunuhan dan pembakaran ribuan rumah. Pakar Departemen Luar Negeri telah mendokumentasikan contoh militer Myanmar yang meratakan desa dan melakukan pemerkosaan, penyiksaan, dan pembunuhan massal terhadap warga sipil setidaknya sejak 2016.
Baca: Disetujui PBB, Bangladesh Pindahkan 81.000 Rohingya ke Pulau Terpencil
Penentuan bahwa genosida telah terjadi dapat menyebabkan tekanan internasional tambahan pada pemerintah, yang sudah menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional di Den Haag.
“Saat kami meletakkan dasar untuk akuntabilitas di masa depan, kami juga bekerja untuk menghentikan kekejaman militer yang sedang berlangsung, dan mendukung rakyat Burma saat mereka berusaha mengembalikan negara itu ke jalur demokrasi,” kata Blinken.
(esn)
Lihat Juga :