Perkuat Tudingan Biolab AS Buat Senjata Biologis, Rusia Beberkan Bukti Baru

Jum'at, 18 Maret 2022 - 18:26 WIB
loading...
A A A
Kirillov menunjukkan dokumen resmi yang mengkonfirmasi transfer 5.000 sampel serum darah yang diambil dari warga Ukraina ke pusat Richard Lugar yang didukung Pentagon di Tbilisi, Georgia. 773 pengujian biologis lainnya ditransfer ke Inggris, sementara sebuah perjanjian ditandatangani untuk transfer "jumlah tak terbatas" bahan infeksius ke Institut Friedrich Loeffler, pusat penyakit hewan terkemuka di Jerman.

Baca juga: Rusia Janjikan Lebih Banyak Dokumen tentang Biolab AS di Ukraina

"Namun, analisis dari bukti yang diperoleh menunjukkan bahwa spesialis Ukraina tidak menyadari potensi risiko pemindahan bahan-bahan ini, dan mungkin tidak mengetahui tujuan sebenarnya dari penelitian yang sedang berlangsung," ucap Kirillov.

Dokumen dari Proyek P-781, sebuah studi tentang cara penularan penyakit ke manusia melalui kelelawar, menunjukkan bahwa hal itu dilakukan oleh laboratorium Kharkov dan Pusat Lugar di Georgia, tetapi Ukraina menerima sebagian besar hibah sebesar USD1,6 juta untuk proyek tersebut.

Kirillov mengatakan bahwa penelitian "sistematis" di bidang ini telah dilakukan sejak 2009, di bawah pengawasan spesialis AS - proyek referensi P-382, P-444 dan P-568.

Sebagai salah satu orang penting yang terlibat, Kirillov menunjuk kepala kantor DTRA di Kedutaan Besar AS di Kiev, Joanna Wintrol.

"Mungkin dia layak diajak bicara, wartawan?" dia berkata.

Wintrol meninggalkan Kiev pada Agustus 2020. Dalam wawancara perpisahannya, dia bersikeras tidak ada ilmuwan AS yang bekerja di biolab Ukraina dan menuduh Rusia menyebarkan “informasi palsu” tentang program tersebut.

Kirillov menunjuk wabah flu burung massal di Rusia dan Uni Eropa pada tahun 2021, menyebabkan kerugian miliaran, sementara Institut Kedokteran Hewan Kharkov sedang mempelajari burung liar sebagai vektor transmisi dan menilai kondisi di mana penyebaran dapat menyebabkan kerusakan ekonomi dan kerawanan pangan.

Baca juga: Sebut Tuduhan Palsu, Kedubes AS Bantah Soal Senjata Biologis di Ukraina
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Iran: Israel Ingin Sabotase...
Iran: Israel Ingin Sabotase Perjanjian Damai Iran-AS
Rekomendasi
Cristiano Ronaldo dan...
Cristiano Ronaldo dan Perjuangan Melawan Waktu di Piala Dunia 2026
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved