Lancarkan Serangan ke Lviv, Rudal Rusia Jatuh Dekat Bandara
Jum'at, 18 Maret 2022 - 16:11 WIB
loading...
Asap mengepul dari gedung pabrik dekat bandara Lviv pada Jumat (18/3/2022). Foto/Nikkei
A
A
A
KIEV - Sebuah rudal Rusia jatuh dekat bandara kota Lviv sebelah barat Ukraina pada Jumat (18/3/2022). Hal itu diungkapkan Wali Kota Lviv, ketika Vladimir Putin melanjutkan serangannya ke negara itu.
Gumpalan asap terlihat membubung di atas kota, yang telah menjadi pusat bagi para pengungsi yang melarikan diri dari perang, tetapi walikota Andriy Sadovy mengatakan bandara itu sendiri tidak diserang.
"Pihak berwenang sedang menilai situasi dan akan mengeluarkan pembaruan," katanya seperti dilansir dari Evening Standard.
Sebelumnya, stasiun televisi Ukraina 24 melaporkan setidaknya tiga ledakan telah terdengar di kota itu.
Ketika pasukan Rusia menekan serangan mereka ke Ukraina, para pemimpin dunia menyerukan penyelidikan baru atas serangan berulang Kremlin terhadap sasaran sipil, termasuk serangan udara di sekolah, rumah sakit, dan daerah perumahan.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan para pejabat Amerika sedang mengevaluasi potensi kejahatan perang dan bahwa jika penargetan yang disengaja terhadap warga sipil oleh Rusia dikonfirmasi, akan ada “konsekuensi besar.”
Gumpalan asap terlihat membubung di atas kota, yang telah menjadi pusat bagi para pengungsi yang melarikan diri dari perang, tetapi walikota Andriy Sadovy mengatakan bandara itu sendiri tidak diserang.
"Pihak berwenang sedang menilai situasi dan akan mengeluarkan pembaruan," katanya seperti dilansir dari Evening Standard.
Sebelumnya, stasiun televisi Ukraina 24 melaporkan setidaknya tiga ledakan telah terdengar di kota itu.
Ketika pasukan Rusia menekan serangan mereka ke Ukraina, para pemimpin dunia menyerukan penyelidikan baru atas serangan berulang Kremlin terhadap sasaran sipil, termasuk serangan udara di sekolah, rumah sakit, dan daerah perumahan.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken mengatakan para pejabat Amerika sedang mengevaluasi potensi kejahatan perang dan bahwa jika penargetan yang disengaja terhadap warga sipil oleh Rusia dikonfirmasi, akan ada “konsekuensi besar.”
Lihat Juga :