AS Buka Pintu bagi Warga Ukraina yang Melarikan Diri dari Perang

Jum'at, 18 Maret 2022 - 00:20 WIB
loading...
A A A
Baca: Tampung Pengungsi Ukraina, Warga Inggris Dibayar Rp6,5 Juta

"Ini situasi yang gila. Hidup Anda berhenti begitu saja," katanya kepada Reuters saat dia menunggu di bawah sinar matahari selama lebih dari satu jam di Tijuana untuk menyeberangi perbatasan AS-Meksiko pada Selasa.

"Kamu tidak bisa merencanakan pekerjaan karena perang, dan kamu tidak punya pekerjaan, kamu tidak bisa bekerja," lanjutnya.

Alex menjelaskan bagaimana dia akan kembali ke Kiev pada 25 Februari dari perjalanan ke Uganda, tetapi disarankan untuk tidak melakukannya oleh teman-temannya ketika Rusia menyerbu sehari sebelumnya. Rusia menyebut serangannya di kota-kota Ukraina sebagai "operasi militer khusus".

Lebih dari 3 juta orang Ukraina telah melarikan diri dari pertempuran, menurut PBB, dengan mayoritas mencari perlindungan di negara-negara tetangga. “Setidaknya 310 orang telah mencapai Tijuana melalui udara bulan ini,” kata Jesus Ruiz Uribe, delegasi pemerintah Meksiko untuk negara bagian Baja California.

Baca: Derita Pengungsi Kulit Hitam Ukraina: Alami Diskriminasi Saat Kabur dari Invasi Rusia

Perbatasan AS-Meksiko telah ditutup untuk sebagian besar pencari suaka di bawah kebijakan era pandemi yang dikenal sebagai Judul 42, tetapi orang Ukraina menggambarkan bergerak ke garis depan migran yang menunggu untuk mengajukan klaim kepada pejabat perbatasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Terbitkan Surat Terbuka,...
Terbitkan Surat Terbuka, Zelensky Ajak Putin Bertemu untuk Akhiri Perang Rusia-Ukraina
Jenderal Lebanon Dibunuh...
Jenderal Lebanon Dibunuh Israel, Hizbullah: Kejahatan Keji!
Rekomendasi
Raymond/Joaquin Kalah,...
Raymond/Joaquin Kalah, Merah Putih Tanpa Gelar di Indonesia Open 2026
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
Berita Terkini
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved