Balas Dendam, Rusia Hajar Presiden AS Joe Biden dengan Sanksi!
Rabu, 16 Maret 2022 - 02:07 WIB
loading...
Rusia mulai balas dendam dengan menjatuhkan sanksi terhadap Presiden AS Joe Biden dan belasan anak buahnya. Foto/REUTERS
A
A
A
MOSKOW - Pemerintah Rusia pada Selasa (15/3/2022) menjatuhkan sanksi kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden , Menteri Luar Negeri Tony Blinken, Menteri Pertahanan Lloyd Austin, dan sepuluh pejabat pemerintahan dan tokoh politik Amerika lainnya.
Moskow mengatakan bahwa sanksi tersebut merupakan tindakan timbal balik, yang diberlakukan setelah Washington memasukkan para pemimpin Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, ke dalam daftar hitam.
Rincian terbaru untuk "stop list" Rusia diumumkan oleh Kremlin. "Sebagai reaksi balasan terhadap jalan yang sangat Russofobia yang diambil oleh pemerintahan AS saat ini," bunyi pengumuman Kremlin.
Tampil di urutan teratas dalam daftar 13 nama adalah Presiden Biden, diikuti oleh Blinken dan Austin. Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, Direktur CIA William Burns, dan Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki juga disebutkan.
Lebih jauh ke bawah daftar, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan putra Biden; Hunter Biden—yang hubungannya dengan perusahaan energi Ukraina sebelumnya telah dipertanyakan dan dikritik—juga disertakan.
Moskow mengatakan bahwa sanksi tersebut merupakan tindakan timbal balik, yang diberlakukan setelah Washington memasukkan para pemimpin Rusia, termasuk Presiden Vladimir Putin, ke dalam daftar hitam.
Rincian terbaru untuk "stop list" Rusia diumumkan oleh Kremlin. "Sebagai reaksi balasan terhadap jalan yang sangat Russofobia yang diambil oleh pemerintahan AS saat ini," bunyi pengumuman Kremlin.
Tampil di urutan teratas dalam daftar 13 nama adalah Presiden Biden, diikuti oleh Blinken dan Austin. Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, Direktur CIA William Burns, dan Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki juga disebutkan.
Lebih jauh ke bawah daftar, mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan putra Biden; Hunter Biden—yang hubungannya dengan perusahaan energi Ukraina sebelumnya telah dipertanyakan dan dikritik—juga disertakan.
Lihat Juga :