Koridor Kemanusiaan Berfungsi, Warga Ukraina Dievakuasi dari kota Sumy yang Terkepung
Rabu, 09 Maret 2022 - 09:20 WIB
loading...
Koridor Kemanusiaan Berfungsi, Warga Ukraina Dievakuasi dari kota Sumy yang Terkepung. FOTO/Reuters
A
A
A
LVIV - Warga Ukraina naik bus untuk melarikan diri dari kota Sumy di timur yang terkepung pada Selasa (8/3/2022). Ini adalah evakuasi pertama dari kota di Ukraina melalui koridor kemanusiaan yang disepakati dengan Rusia .
Ukraina mengatakan, konvoi terpisah yang terdiri dari 30 bus juga bergerak menuju ke Mariupol untuk mengevakuasi penduduk dari kota pelabuhan selatan itu. Mariupol telah dikepung tanpa makanan, air, listrik atau pemanas dan menjadi sasaran pengeboman tanpa henti selama seminggu.
Baca: Zelensky Desak Barat Akui Rusia sebagai Negara Teroris
Evakuasi dari Sumy ke kota Poltava, yang terletak lebih jauh ke barat dimulai beberapa jam setelah serangan udara Rusia di Sumy, yang menurut otoritas setempat menewaskan 21 orang. Reuters tidak dapat memverifikasi laporan itu.
"Kami sudah memulai evakuasi warga sipil dari Sumy ke Poltava, termasuk mahasiswa asing," kata Kementerian Luar Negeri Ukraina dalam sebuah tweet.
"Kami menyerukan Rusia untuk menegakkan komitmen gencatan senjata, untuk menahan diri dari kegiatan yang membahayakan kehidupan orang dan untuk mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan," lanjut pernyataan tersebut.
Ukraina mengatakan, konvoi terpisah yang terdiri dari 30 bus juga bergerak menuju ke Mariupol untuk mengevakuasi penduduk dari kota pelabuhan selatan itu. Mariupol telah dikepung tanpa makanan, air, listrik atau pemanas dan menjadi sasaran pengeboman tanpa henti selama seminggu.
Baca: Zelensky Desak Barat Akui Rusia sebagai Negara Teroris
Evakuasi dari Sumy ke kota Poltava, yang terletak lebih jauh ke barat dimulai beberapa jam setelah serangan udara Rusia di Sumy, yang menurut otoritas setempat menewaskan 21 orang. Reuters tidak dapat memverifikasi laporan itu.
"Kami sudah memulai evakuasi warga sipil dari Sumy ke Poltava, termasuk mahasiswa asing," kata Kementerian Luar Negeri Ukraina dalam sebuah tweet.
"Kami menyerukan Rusia untuk menegakkan komitmen gencatan senjata, untuk menahan diri dari kegiatan yang membahayakan kehidupan orang dan untuk mengizinkan pengiriman bantuan kemanusiaan," lanjut pernyataan tersebut.
Lihat Juga :