Ukraina Kena Prank Lagi, Polandia Ogah Pasok Jet Tempur Lawan Rusia

Selasa, 08 Maret 2022 - 09:44 WIB
loading...
Ukraina Kena Prank Lagi,...
Ukraina kena prank lagi setelah Polandia menepis laporan akan memasok jet tempur era Soviet ke Kiev untuk perang melawan Rusia. Sebelumnya, Uni Eropa juga menjanjikan hal serupa tapi mengurungkannya. Foto/Global Defense Corp
A A A
WARSAWA - Ukraina kembali kena prank setelah Polandia menegaskan tidak akan mengirim jet tempur ke Kiev untuk perang melawan Rusia . Ini adalah prank kedua setelah sebelumnya Uni Eropa menjanjikan hal serupa tapi tiba-tiba mengurungkannya.

Awalnya, The Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sumber pemerintah Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa Polandia telah mempertimbangkan untuk memasok pesawat tempur buatan Uni Soviet seperti MiG ke Ukraina.

Namun, Warsawa meminta jet tempur F-16 dari AS sebagai imbalannya.

Baca juga: AS dan Polandia Pertimbangkan Pasok Ukraina dengan Jet Tempur Era Uni Soviet

Kantor Perdana Menteri Polandia melalui Twitter menyebut laporan WSJ tentang potensi kesepakatan MiG dengan F-16 sebagai "fake news".

"Polandia tidak akan mengirim jet tempurnya ke Ukraina serta mengizinkan untuk menggunakan bandaranya. Kami sangat membantu di banyak bidang lain," kata kantor tersebut.

Seorang juru bicara pemerintah Polandia mengklarifikasi kepada lembaga penyiaran publik setempat pada hari Senin (7/3/2022): "Ini adalah masalah yang sangat rumit. Pihak berwenang Polandia belum membuat keputusan tentang transfer pesawat ke Ukraina."

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memohon AS memasok jet tempur untuk Kiev jika NATO menolak menerapkan zona larangan terbang di atas wilayah udara Ukraina.

Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki, seperti dikutip Axios, Selasa (8/3/2022), menegaskan bahwa AS tidak akan menentang keputusan berdaulat Polandia untuk mentransfer pesawatnya. Hanya saja, dia menekankan ada sejumlah rintangan logistik.

Itu sejatinya adalah isyarat dari Gedung Putih bahwa memasok jet tempur ke negara yang sedang perang dengan Rusia tidak mudah.

Ketua Hubungan Luar Negeri Senat Bob Menendez mengirim surat pada hari Senin meminta pemerintah Joe Biden. "Agar melakukan segala yang kami bisa untuk memberi kompensasi kepada negara-negara yang mengindahkan seruan putus asa Ukraina untuk jet tempur guna mempertahankan tanah air mereka," bunyi surat tersebut.

Rekanannya dari Partai Republik, Senator Jim Risch, men-tweet: "Sama sekali tidak ada alasan kami tidak dapat memasok pesawat ke Zelensky dan Ukraina. Sekutu kami bersedia dan mampu menyediakannya, admin harus keluar dari jalan."

Sementara itu, pakar militer top Rusia Michael Kofman mengatakan itu adalah kesalahan untuk "membuang waktu" pada debat MiG. Alasannya, ada pasokan dan sistem senjata lain yang akan lebih membantu Ukraina.

“Terus terang, banyak pesawat yang dipasang Ukraina telah ditembak jatuh,” kata Kofman.

"Dan mendorong MiG-29-apakah mereka benar-benar akan terbang dari pangkalan udara yang siap dibombardir setiap hari dan setiap malam?"

Kementerian pertahanan Rusia pada Minggu memperingatkan bahwa jika jet tempur yang dipasok asing digunakan untuk menyerang militer Rusia, itu dapat dianggap "keterlibatan negara-negara pemasok dalam konflik bersenjata."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Wapres JD Vance: Israel...
Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Rekomendasi
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Berita Terkini
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved