Terus Melawan, Putin Sebut Masa Depan Ukraina dalam Bahaya

Minggu, 06 Maret 2022 - 14:19 WIB
loading...
Terus Melawan, Putin...
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut masa depan Ukraina dalam bahaya karena perlawanan terhadap invasi. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa masa depan Ukraina sebagai sebuah negara dalam bahaya, sementara gencatan senjata yang dijanjikan di kota pelabuhan Mariupol yang terkepung runtuh di tengah adegan teror.

Putin menyalahkan situasi itu kepada kepemimpinan Ukraina dan mengecam perlawanan mereka terhadap invasi.

"Jika mereka terus melakukan apa yang mereka lakukan, mereka membuat masa depan negara Ukraina dipertanyakan," katanya.

"Dan jika itu terjadi, itu sepenuhnya ada di dalam hati nurani mereka," imbuhnya seperti dilansir dari Euronews, Minggu (6/3/2022).



Dia juga mengecam sanksi Barat yang telah melumpuhkan ekonomi Rusia dan membuat nilai mata uangnya jatuh.

“Sanksi yang dikenakan ini mirip dengan menyatakan perang,” katanya dalam pertemuan yang disiarkan televisi dengan pramugari dari maskapai Rusia Aeroflot.

“Tapi syukurlah, kami belum sampai di sana,” imbuhnya.

Baca juga: Putin Blak-blakan Marah: Sanksi Anti-Rusia Sama dengan Deklarasi Perang!

Barat secara luas mendukung Ukraina, menawarkan bantuan dan senjata dan menampar Rusia dengan sanksi yang luas. Tapi peperangan itu sendiri diserahkan kepada Ukraina, yang telah menyatakan campuran dari tekad yang berani dan putus asa.

Pasukan Rusia pada Sabtu bergerak maju ke pembangkit listrik tenaga nuklir ketiga, setelah menguasai dua dari empat yang beroperasi di negara itu. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memohon kepada anggota parlemen Amerika untuk bantuan tambahan bahkan ketika dia bersikeras bahwa musuh sedang dikalahkan.

“Kami menimbulkan kerugian pada pasukan pendudukan yang tidak dapat mereka lihat dalam mimpi terburuk mereka,” kata pemimpin Ukraina itu.

Minggu ini pasukan Rusia menguasai kota pelabuhan selatan Kherson. Meskipun mereka telah mengepung Kharkiv, Mykolaiv, Chernihiv dan Sumy, pasukan Ukraina telah berhasil menguasai kota-kota utama di Ukraina tengah dan tenggara, kata Zelensky.

Sepuluh hari setelah pasukan Rusia menyerbu, perjuangan untuk menegakkan gencatan senjata sementara di Mariupol dan kota timur Volnovakha menunjukkan rapuhnya upaya untuk menghentikan pertempuran di seluruh Ukraina.

Pejabat Ukraina mengatakan tembakan artileri dan serangan udara Rusia telah mencegah warga pergi sebelum evakuasi yang disepakati berlangsung. Putin menuduh Ukraina menyabotase upaya tersebut.

Baca juga: Rusia Terus Tembaki Kota Mariupol, Evakuasi Warga Sipil Ditunda

Pertemuan sebelumnya diadakan di Belarus dan mengarah pada kesepakatan gencatan senjata yang gagal untuk menciptakan koridor kemanusiaan untuk evakuasi anak-anak, wanita dan orang tua dari kota-kota yang terkepung, di mana apotek telah kosong, ratusan ribu menghadapi kekurangan makanan dan air, dan yang terluka telah telah menyerah pada luka mereka.

Dalam komentar yang disiarkan televisi Ukraina, Walikota Mariupol Vadym Boychenko mengatakan ribuan penduduk telah berkumpul untuk keluar kota dengan aman ketika penembakan dimulai Sabtu.

“Kami menghargai kehidupan setiap penduduk Mariupol dan kami tidak dapat mengambil risiko, jadi kami menghentikan evakuasi,” katanya.

Kantor hak asasi manusia PBB mengatakan setidaknya 351 warga sipil telah dipastikan tewas sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari, tetapi jumlah sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi. Militer Rusia, yang tidak memberikan pembaruan rutin tentang korban, mengatakan pada hari Rabu bahwa 498 tentaranya telah tewas.

Baca juga: PBB Konfirmasi 351 Kematian Warga Sipil di Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
600 Tentara Korea Utara...
600 Tentara Korea Utara Tewas saat Perang Melawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved