Kesulitan Evakuasi Mahasiswa, India Desak Gencatan Senjata Rusia-Ukraina

Sabtu, 05 Maret 2022 - 15:55 WIB
loading...
Kesulitan Evakuasi Mahasiswa,...
Kesulitan Evakuasi Mahasiswa, India Desak Gencatan Senjata Rusia-Ukraina. FOTO/Reuters
A A A
NEW DELHI - India mendesak Ukraina dan Rusia untuk memberlakukan gencatan senjata di kota Sumy, Ukraina timur laut. Langkah ini perlu diambil untuk membantu mengevakuasi ratusan mahasiswa India yang terperangkap di sana, di tengah konflik yang memburuk.

Sekitar 700 pelajar India tidak dapat meninggalkan Sumy, setelah pasukan Rusia menyerbu Ukraina pada akhir Februari. “Evakuasi mereka terhambat karena pertempuran di daerah itu,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Arindam Bagchi kepada wartawan.

Baca: Kiev: Invasi Rusia Tak Akan Terjadi Jika Ukraina Miliki Senjata Nuklir

"Kami menginginkan rute yang aman bagi siswa kami. Kami sedang mencari semua opsi," lanjut Bagchi, seperti dikutip dari Reuters.

Mahtab Raza, yang memposting permohonan bantuan di media sosial pada hari Kamis dikelilingi oleh sekelompok besar siswa, mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat bahwa tidak ada air yang mengalir di tempat mereka tinggal dan mereka kehabisan uang.

"Kami hanya menunggu pemerintah," katanya sambil menahan air mata. "Kami mempercayai pemerintah India. Ini (Sumy) adalah kota yang sangat indah. Kami tidak mengharapkan hal seperti ini terjadi di Ukraina, tetapi ini terjadi. Ini tidak baik," tambahnya.

Baca: Rezim Kim Jong-un Tembakkan Rudal Korut, Ke-9 sejak Awal Tahun

Dalam posting sebelumnya dia mengatakan telah terjadi penembakan dan serangan udara di kota yang membuatnya terlalu berbahaya untuk keluar.

"Di mana-mana (ada) penembak jitu di gedung-gedung," katanya kepada Reuters. "Tidak aman untuk keluar. Kami sangat panik. Selama tujuh hari kami tidak tidur dengan benar. Kami tidak aman, kondisi kami sangat buruk," urai Raza.

Sekitar 1.000 mahasiswa yang telah melarikan diri dari timur laut Kharkiv, Ukraina, di mana seorang mahasiswa kedokteran India tewas minggu ini, sedang dipindahkan dengan bus menuju perbatasan barat negara itu, kata Bagchi.

Baca: Putin Bakal Penjarakan 15 Tahun Pembuat Hoaks tentang Militer Rusia

Sekitar 300 siswa India masih tetap berada di kota yang dihujanu bom. Sebelum konflik berkobar, orang India berjumlah sekitar seperempat dari 76.000 mahasiswa asing di Ukraina, jumlah terbesar dari negara luar negeri mana pun.

“Lebih dari 10.000 warga negara India telah diterbangkan kembali ke India, dengan 16 penerbangan evakuasi dijadwalkan dalam 24 jam ke depan,” kata Bagchi.

Rusia dan Ukraina sepakat pada hari Kamis tentang perlunya koridor kemanusiaan untuk membantu warga sipil melarikan diri dari invasi delapan hari Moskow. Moskow menyebut tindakannya di Ukraina sebagai "operasi militer khusus".

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Iran Tersingkir dari...
Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Gagal Lolos Akibat Gol di Detik Terakhir
Denny Sumargo Klarifikasi...
Denny Sumargo Klarifikasi Rumor Selingkuh, Tegaskan Momen di CCTV Hanya Syuting
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Berita Terkini
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
AS Serang 10 Target...
AS Serang 10 Target di Iran, IRGC Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
6 Teroris Ditembak Mati...
6 Teroris Ditembak Mati usai Serang Markas Rangers Pakistan, 4 Tentara Juga Tewas
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved