8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
Minggu, 28 Juni 2026 - 15:17 WIB
loading...
Sebanyak delapan pangkalan militer AS diserang Iran. Foto/X/@ME_Report_Info
A
A
A
TEHERAN - Korps Garda Revolusi Islam ( IRGC ) mengatakan meluncurkan operasi rudal dan drone skala besar terhadap delapan instalasi militer AS di wilayah tersebut. Itu menggambarkan serangan tersebut sebagai "respons tegas" terhadap agresi Amerika yang diperbarui terhadap wilayah Iran.
Dalam sebuah pernyataan, IRGC mengatakan Angkatan Laut dan Angkatan Udaranya bersama-sama melakukan operasi antara "pukul 02.00 dan 03.00 pada hari Minggu (waktu setempat)," menargetkan delapan "instalasi militer AS utama," termasuk "Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait" dan "markas besar Armada Kelima AS di Pelabuhan Salman di Bahrain."
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan operasi tersebut melibatkan rudal balistik dan drone, dan menyatakan bahwa fasilitas yang menjadi sasaran telah dihancurkan.
Menurut pernyataan tersebut, operasi ini dilakukan setelah serangan yang dilakukan musuh terhadap lima pos terdepan pesisir Iran sebelumnya pada hari itu.
"Musuh agresor, yang sifat dasarnya ditandai dengan melanggar komitmen dan perjanjian, menyerang lima pos terdepan pesisir Republik Islam Iran pada dini hari tadi dengan dalih menanggapi konfrontasi Angkatan Laut IRGC terhadap kapal yang melanggar [di Selat Hormuz]," bunyi pernyataan tersebut, dilansir Press TV.
IRGC mengatakan lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz berada di bawah tanggung jawab Iran sesuai dengan nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang baru-baru ini ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat.
Dalam sebuah pernyataan, IRGC mengatakan Angkatan Laut dan Angkatan Udaranya bersama-sama melakukan operasi antara "pukul 02.00 dan 03.00 pada hari Minggu (waktu setempat)," menargetkan delapan "instalasi militer AS utama," termasuk "Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait" dan "markas besar Armada Kelima AS di Pelabuhan Salman di Bahrain."
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengatakan operasi tersebut melibatkan rudal balistik dan drone, dan menyatakan bahwa fasilitas yang menjadi sasaran telah dihancurkan.
Menurut pernyataan tersebut, operasi ini dilakukan setelah serangan yang dilakukan musuh terhadap lima pos terdepan pesisir Iran sebelumnya pada hari itu.
"Musuh agresor, yang sifat dasarnya ditandai dengan melanggar komitmen dan perjanjian, menyerang lima pos terdepan pesisir Republik Islam Iran pada dini hari tadi dengan dalih menanggapi konfrontasi Angkatan Laut IRGC terhadap kapal yang melanggar [di Selat Hormuz]," bunyi pernyataan tersebut, dilansir Press TV.
IRGC mengatakan lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz berada di bawah tanggung jawab Iran sesuai dengan nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan yang baru-baru ini ditandatangani antara Iran dan Amerika Serikat.
Lihat Juga :