70 Veteran Jepang Daftarkan Diri untuk Berperang Bela Ukraina
Rabu, 02 Maret 2022 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
Dalam sebuah posting baru di Twitter pada hari Rabu (2/3/2022), Kedutaan Besar Ukrania di Jepang mengatakan sedang mencari sukarelawan dengan pengalaman medis, IT, komunikasi, atau pemadam kebakaran. Tidak segera jelas apakah posisi sukarelawan itu terpencil atau terlibat dalam perjalanan ke negara itu.
Baca: Australia Janji Kirim Rudal dan Amunisi Senilai Rp719 Miliar ke Ukraina
Jepang telah mengatakan kepada warga negaranya untuk menunda perjalanan ke Ukraina dengan alasan apapun, sebuah peringatan yang ditegaskan kembali pada hari Rabu oleh Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno, yang mengatakan bahwa dia mengetahui laporan tentang para sukarelawan tersebut.
"Kementerian Luar Negeri Jepang telah mengeluarkan peringatan evakuasi untuk seluruh Ukraina dan kami ingin orang-orang menghentikan semua perjalanan ke Ukraina, terlepas dari tujuan kunjungan mereka," katanya dalam konferensi pers.
"Kami berkomunikasi dengan kedutaan Ukraina di Jepang dan menunjukkan bahwa nasihat evakuasi sudah ada," lanjutnya.
Sebelumnya, Jepang mengaku akan bergabung dengan sanksi internasional terhadap bank sentral Rusia dengan membatasi transaksi dengan negara tersebut. Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan pada hari Senin, setelah memberi tahu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bahwa Jepang akan berdiri di sisinya.
Baca: Australia Janji Kirim Rudal dan Amunisi Senilai Rp719 Miliar ke Ukraina
Jepang telah mengatakan kepada warga negaranya untuk menunda perjalanan ke Ukraina dengan alasan apapun, sebuah peringatan yang ditegaskan kembali pada hari Rabu oleh Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno, yang mengatakan bahwa dia mengetahui laporan tentang para sukarelawan tersebut.
"Kementerian Luar Negeri Jepang telah mengeluarkan peringatan evakuasi untuk seluruh Ukraina dan kami ingin orang-orang menghentikan semua perjalanan ke Ukraina, terlepas dari tujuan kunjungan mereka," katanya dalam konferensi pers.
"Kami berkomunikasi dengan kedutaan Ukraina di Jepang dan menunjukkan bahwa nasihat evakuasi sudah ada," lanjutnya.
Sebelumnya, Jepang mengaku akan bergabung dengan sanksi internasional terhadap bank sentral Rusia dengan membatasi transaksi dengan negara tersebut. Perdana Menteri Fumio Kishida mengatakan pada hari Senin, setelah memberi tahu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bahwa Jepang akan berdiri di sisinya.
Lihat Juga :