Pasukan Rusia Tingkatkan Serangan ke Wilayah Sipil Ukraina

Rabu, 02 Maret 2022 - 11:02 WIB
loading...
Pasukan Rusia Tingkatkan...
Pasukan Rusia Tingkatkan Serangan ke Wilayah Sipil Ukraina. FOTO/Reuters
A A A
KIEV - Pasukan Rusia meningkatkan serangan mereka ke daerah perkotaan yang padat pada Selasa (1/3/2022). Tentara Rusia membombardir alun-alun di kota terbesar kedua di Ukraina , Kharkiv dan menara TV utama Kiev.

“Tidak ada yang akan memaafkan. Tidak ada yang akan lupa,” Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy bersumpah setelah pertumpahan darah di alun-alun di Kharkiv, seperti dikutip dari AP.

Baca: Australia Janji Kirim Rudal dan Amunisi Senilai Rp719 Miliar ke Ukraina

Konvoi ratusan tank Rusia dan kendaraan lain sepanjang 64 kilometer maju perlahan di Kiev, ibu kota berpenduduk hampir 3 juta orang. Pasukan penyerang juga menekan serangan mereka ke kota-kota lain, termasuk pelabuhan-pelabuhan strategis Odesa dan Mariupol di selatan.

Serangan di Freedom Square — alun-alun terbesar Ukraina, dan inti kehidupan publik di kota — dilihat oleh banyak orang Ukraina sebagai bukti nyata bahwa invasi Rusia tidak hanya mengenai sasaran militer, tetapi juga menghancurkan semangat mereka.

Hantaman rudal meledakkan jendela dan dinding bangunan yang mengelilingi alun-alun besar, yang ditumpuk tinggi dengan puing-puing dan debu. Di dalam satu gedung, potongan-potongan plester berserakan, dan pintu-pintu, terlepas dari engselnya, tergeletak di lorong-lorong.

Baca: Kremlin Mengaku Tak Punya Data Soal Korban di Pihak Rusia

“Orang-orang berada di bawah reruntuhan. Kami telah mengeluarkan mayat,” kata Yevhen Vasylenko, seorang pejabat darurat.

Pihak berwenang Ukraina mengatakan, lima orang tewas dalam serangan di menara TV, yang berjarak beberapa mil dari pusat Kiev dan berjalan kaki singkat dari berbagai gedung apartemen. Sebuah ruang kontrol TV dan gardu listrik dihantam, dan setidaknya beberapa saluran Ukraina berhenti sebentar, kata para pejabat.

Kantor Zelenskyy juga melaporkan serangan rudal di situs peringatan Holocaust Babi Yar, dekat menara. Seorang juru bicara untuk tugu peringatan itu mengatakan, sebuah pemakaman Yahudi di lokasi itu, di mana penjajah Nazi membunuh lebih dari 33.000 orang Yahudi selama dua hari pada tahun 1941, rusak.

Di Kharkiv, dengan populasi sekitar 1,5 juta, setidaknya enam orang tewas ketika gedung administrasi era Soviet di Freedom Square dihantam dengan apa yang diyakini sebagai rudal.

Baca: 100 Diplomat Tinggalkan Ruang Sidang saat Menlu Rusia Bicara di Forum HAM PBB

Kementerian Luar Negeri Slovenia mengatakan, konsulatnya di Kharkiv, yang terletak di gedung besar lainnya di alun-alun, hancur dalam serangan itu. Pintu masuk ke konsulat berada di antara toko perhiasan dan bank.

Sementara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan telah melihat peningkatan serangan udara dan artileri Rusia di daerah perkotaan berpenduduk selama dua hari terakhir. Dikatakan juga, tiga kota – Kharkiv, Kherson dan Mariupol – telah dikepung oleh pasukan Rusia.

Banyak pakar militer khawatir bahwa Rusia mungkin mengubah taktik. Strategi Moskow di Chechnya dan Suriah adalah menggunakan artileri dan pemboman udara untuk menghancurkan kota-kota dan menghancurkan tekad para pejuang.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Berita Terkini
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved