Perintah Putin: Posisikan Pasukan Nuklir Dalam Kondisi Siaga Tinggi

Minggu, 27 Februari 2022 - 22:45 WIB
loading...
Perintah Putin: Posisikan...
Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pasukan nukli dalam kondisi siaga tinggi. Foto/NBC News
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan komando militernya untuk menempatkan pasukan pencegahan Rusia - referensi ke unit yang mencakup senjata nuklir - dalam siaga tinggi, Minggu (27/2/2022). Perintah ini merespon pernyataan agresif oleh para pemimpin Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan sanksi ekonomi terhadap Moskow.

"Seperti yang Anda lihat, tidak hanya negara-negara Barat yang mengambil tindakan tidak bersahabat terhadap negara kita dalam dimensi ekonomi - maksud saya sanksi ilegal yang diketahui semua orang dengan sangat baik - tetapi juga para pejabat tinggi negara-negara NATO terkemuka membiarkan diri mereka membuat pernyataan agresif pada negara kami," kata Putin di televisi pemerintah, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Ketegangan internasional sudah meningkat karena invasi Rusia ke Ukraina , dan perintah Putin akan menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut.



Moskow memiliki gudang senjata nuklir terbesar kedua di dunia dan sejumlah besar rudal balistik yang membentuk tulang punggung pasukan pencegahan negara itu.

"Saya memerintahkan menteri pertahanan dan kepala staf umum angkatan bersenjata Rusia untuk menempatkan pasukan pencegahan tentara Rusia ke dalam mode layanan tempur khusus," kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi.

Perintah Putin itu langsung disanggupi militer Rusia. Putin pada hari Kamis memerintahkan invasi ke Ukraina, mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh dunia.

Pasukan darat Rusia telah menekan ke Ukraina dari utara, timur dan selatan tetapi menghadapi perlawanan sengit dari pasukan Ukraina, intensitas yang mungkin mengejutkan Moskow, menurut sumber-sumber Barat.

Baca juga: Ukraina Tolak Proposal Rusia untuk Berdialog di Belarusia

Pihak berwenang Ukraina menggambarkan beberapa pasukan Rusia sebagai orang yang mengalami demoralisasi dan kelelahan, mengklaim bahwa lusinan tentara telah menyerah.

Sementara itu, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada Minggu (27/2/2022), bahwa dia siap untuk melakukan pembicaraan dengan Rusia. Tapi, ia menolak dorongan Moskow untuk menggelarnya di Belarus, karena itu adalah landasan peluncuran bagi pasukan invasi.

"Warsawa, Bratislava, Budapest, Istanbul, Baku. Kami mengusulkan semuanya," kata Zelenskyy dalam alamat yang diposting online, seperti dikutip dari Channel News Asia. "Dan kota lain di negara yang wilayahnya tidak bisa diterbangkan rudal akan cocok untuk kita," lanjutnya.

"Itulah satu-satunya cara agar pembicaraan bisa jujur. Dan bisa mengakhiri perang," tandas Zelenskyy.

Baca juga: Rusia Sikapi Sanksi Barat dengan Ancaman Putus Hubungan Diplomatik

Pidato Zelenskyy datang ketika juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada kantor berita Rusia, bahwa Moskow siap untuk pembicaraan dan telah mengirim delegasi ke kota Gomel di Belarusia. "Kami akan siap untuk memulai pembicaraan ini di Gomel," kata Peskov.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
AS Identifikasi 8 Awak...
AS Identifikasi 8 Awak Tewas dalam Jatuhnya Bomber Nuklir B-52, Ini Daftarnya
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang,...
PDIP Tegaskan Jadi Penyeimbang, Golkar: Entah Apa yang Diseimbangkan, Nanti Rakyat yang Menilai
Fresh Graduate Merapat!...
Fresh Graduate Merapat! Magang Nasional Angkatan 2 2026 Segera Dibuka
Vinicius Moncer, Brasil...
Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0
Berita Terkini
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Infografis
6 Fakta Garda Revolusi...
6 Fakta Garda Revolusi Iran, Pasukan Elite Pendukung Ali Khamenei
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved