Mengenal Spetsnaz, Pasukan Khusus Rusia yang Menghancurkan Pertahanan Ukraina

Sabtu, 26 Februari 2022 - 21:03 WIB
loading...
A A A
Setelah runtuhnya Uni Soviet, mereka menemukan diri mereka berperang di "wilayah rumah", memastikan bahwa republik otonom Chechnya tetap menjadi bagian dari Rusia.

Mereka juga dilaporkan berperan penting dalam pengambilalihan sebagian Ukraina. Krisis Crimea pada 2014 memperlihatkan beberapa ratus anggota unit Airborne Spetsnaz (VDV) berpakaian seperti warga sipil melakukan aneksasi tak berdarah.

Tentara Spetsnaz juga direkrut untuk berbagai peran keamanan dan kontra teroris. Setelah runtuhnya Uni Soviet, tentara Spetsnaz direkrut untuk berbagai peran keamanan dan kontra-teroris.

Salah satu unit Spetsnaz, yang dikenal sebagai Vega, mengkhususkan diri dalam menangani insiden nuklir. Satu lagi yang disebut Fakel (atau obor) terampil dalam menangani situasi penyanderaan.

Baca juga: Pasukan Rusia Rebut Kota Chernigov, 150 Km Utara Ibu Kota Ukraina

Sebagai pasukan elit di Rusia, yang telah memiliki dinas intelijen militer formal selama lebih dari 200 tahun, proses seleksi Spetsnaz sangat melelahkan.

Pelatihan untuk menjadi tentara Spetsnaz berlangsung hingga lima tahun. Proses induksi itu sendiri brutal dan berlangsung selama lima bulan, menurut informasi yang tersedia di beberapa situs Rusia.

Laporan tersebut mengatakan bahwa rekrutan ini sering dipilih sendiri dari unit militer lain, dan biasanya mereka yang menunjukkan “tanda-tanda karakter yang tangguh”.

Menurut BBC, pasukan komando di unit khusus Spetsnaz berjumlah antara 1.500 dan 2.000. Unit ini dikendalikan oleh Layanan Keamanan Federal (FSB).

Baca juga: Rusia Sita Banyak Senjata yang Dipasok Barat ke Ukraina
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Jenderal Ini Klaim Ukraina...
Jenderal Ini Klaim Ukraina Akan Mengalami Kekalahan, Ini 4 Pemicunya
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
Beda Pendapat dengan...
Beda Pendapat dengan Pemerintah, Banyak Warga Rusia Didenda dan Dipenjara
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
AS Mengganas, Hantam...
AS Mengganas, Hantam Iran Bertubi-tubi Bidik Bunker Senjata
Houthi Bakal Blokade...
Houthi Bakal Blokade Pelabuhan Saudi, Apa Dampaknya bagi Pasokan Energi Global?
Rekomendasi
Kilau Emas Meredup,...
Kilau Emas Meredup, Turun 9 Ribu Sentuh Level Rp2.601.000/Gram
Bappenas Petakan Kekayaan...
Bappenas Petakan Kekayaan Hayati Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjuran
Maudy Ayunda Gandeng...
Maudy Ayunda Gandeng ITB, Kembangkan Skincare Berbasis Riset Indonesia
Berita Terkini
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved