Mengenal Spetsnaz, Pasukan Khusus Rusia yang Menghancurkan Pertahanan Ukraina

Sabtu, 26 Februari 2022 - 21:03 WIB
loading...
Mengenal Spetsnaz, Pasukan...
Spetsnaz, pasukan khusus Rusia yang menghancurkan pertahanan Ukraina. Foto/Ilustrasi
A A A
MOSKOW - Rusia secara resmi melancarkan invasi ke Ukraina pada Kamis dini hari. Pasukan Ukraina dipaksa bertahan melawan invasi militer Rusia yang lebih besar dan bersenjata lebih baik dari tiga sisi.

Laporan menyebutkan bahwa di antara unit militer yang Rusia yang melintasi perbatasan Ukraina adalah Spetsnaz. Para pejabat Barat percaya bahwa Spetsnaz telah mempelopori invasi ke Ukraina, menembus perbatasan sebelum pemboman dimulai pada Kamis dini hari.

Spetsnaz adalah unit militer khusus yang oleh banyak orang di Rusia dianggap mirip dengan pasukan khusus milik Inggris, SAS. Mereka telah melakukan misi selama masa perang serta perdamaian, dalam keadaan darurat di seluruh dunia.

Spetsnaz adalah pasukan infanteri ringan milik Rusia yang telah mendapatkan reputasi untuk keterampilah khusus mereka. Pasukan ini digunakan Rusia dalam sejumlah konflik besar internasional, seperti krisis Suriah dan untuk memimpin serangan terhadap pemberontak Chechnya.



Tapi apa sebenarnya spesialisasi mereka dan bagaimana mereka mendapatkan reputasi mereka?

Dikutip dari situs Forces.net, Sabtu (26/2/2022), Spetsnaz adalah singkatan dari dua kata Spetznaz adalah singkatan dari dua kata Rusia yaitu spetsialnoye naznacheniya.

Kata pertama ini dapat diterjemahkan sebagai “khusus” dan yang kedua dapat diterjemahkan sebagai “tujuan/fungsi”. Tambahkan semuanya bersama-sama dan kita akan mendapatkan fungsi khusus untuk tujuan khusus.

Spetsnaz telah menjalankan "fungsi khusus untuk tujuan khusus" di semua benua selama 70 tahun terakhir. Sederhananya, Spetsnaz adalah pasukan intervensi terlatih – yang terbaik dari militer Rusia dan dinas intelijen.

Baca juga: Pasang Sistem Rudal di Kiev, Putin: Nazi di Ukraina Beraksi seperti Teroris
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Presiden Pezeshkian...
Presiden Pezeshkian Sebut Ancaman Trump Tak Mempan untuk Iran
Rekomendasi
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Harga BYD M6 DM Dirilis:...
Harga BYD M6 DM Dirilis: Mulai Rp298 Juta, Klaim Irit 65 Km/Liter Setara Motor Matic
Berita Terkini
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved