Iran: Pembicaraan Kesepakatan Nuklir Mencapai Titik Sensitif

Rabu, 23 Februari 2022 - 19:05 WIB
loading...
Iran: Pembicaraan Kesepakatan...
Ilustrasi
A A A
TEHERAN - Pembicaraan di Wina tentang menghidupkan kembali Kesepakatan Nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia telah mencapai titik sensitif dan negara-negara Barat harus mengambil pendekatan realistis untuk menyelesaikan masalah yang tersisa.

“Pembicaraan nuklir di Wina mencapai titik sensitif dan penting,” kata Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian dalam konferensi pers dengan rekannya dari Oman di Teheran, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (23/2/20222).

Baca: Iran Siap Lakukan Pertukaran Tahanan dengan Amerika

“Kami bertanya-tanya apakah pihak Barat dapat mengadopsi pendekatan realistis untuk membahas poin-poin pembicaraan yang tersisa,” lanjutnya.

Amir-Abdollahian juga mengatakan, Iran telah menggarisbawahi kepada diplomat top Uni Eropa, Josep Borrell, selama Konferensi Keamanan Munich tahunan bulan ini, bahwa Teheran tidak akan pernah melewati batas selama negosiasi.

Reuters melaporkan pekan lalu, bahwa kesepakatan Amerika Serikat-Iran mulai terbentuk di Wina setelah berbulan-bulan pembicaraan tidak langsung untuk menghidupkan kembali pakta nuklir yang ditinggalkan pada 2018 oleh Presiden AS Donald Trump, yang juga menerapkan kembali sanksi ekstensif terhadap Iran.

Baca: PM Israel: Kesepakatan Nuklir Iran Segera Terwujud, Tapi Lebih Lemah Dibanding 2015
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran; Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Houthi Yaman Blokade...
Houthi Yaman Blokade Arab Saudi, Riyadh Marah
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Perayaan Juara Spanyol...
Perayaan Juara Spanyol Makan Korban, Remaja 13 Tahun Tewas gegara Air Mancur Roboh
Rekomendasi
Mensesneg Ungkap Anggaran...
Mensesneg Ungkap Anggaran MBG Berpotensi Turun usai Validasi Data
Dukungan Publik Jadi...
Dukungan Publik Jadi Kunci Kejagung Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Berita Terkini
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved