Pejabat AS Dilaporkan Minta Presiden Ukraina Tinggalkan Kiev

Rabu, 23 Februari 2022 - 05:42 WIB
loading...
Pejabat AS Dilaporkan...
Pejabat AS dilaporkan telah membahas rencana dengan pemerintah Ukraina membawa Presiden Volodymyr Zelensky keluar dari Kiev jika terjadi invasi Rusia. Foto/NDTV
A A A
WASHINGTON - Pejabat pemerintahan Joe Biden telah membahas rencana dengan pemerintah Ukraina agar Presiden Volodymyr Zelensky meninggalkan Kiev jika terjadi invasi Rusia . Hal itu diungkapkan dua orang yang mengetahui diskusi tersebut.

Di bawah rencana yang telah dibahas, Zelensky akan pindah ke Lviv di Ukraina barat, sekitar 50 mil dari perbatasan Polandia, kata orang-orang yang akrab dengan diskusi tersebut.

Terlepas dari komentar Zelensky dalam beberapa pekan terakhir bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Barat melebih-lebihkan ancaman serangan Rusia, pemerintahnya diam-diam telah mempersiapkan kemungkinan serangan militer Rusia dan memindahkan infrastruktur IT yang sensitif dan elemen komando militer di luar Kiev, dua sumber dengan pengetahuan dari hal tersebut.



"Mereka telah melakukan semua yang perlu mereka lakukan untuk bersiap," kata sumber itu.

"Mereka melakukannya dengan sangat diam-diam," seperti dikutip dari NBC News, Rabu (23/2/2022).

Secara terpisah, Presiden AS Joe Biden dan Zelensky berbicara melalui telepon pada hari Senin, seorang pejabat Gedung Putih mengkonfirmasi.

Seorang juru bicara Zelensky mengatakan pemimpin Ukraina dan Biden belum membahas kemungkinan kepergiannya dari Kiev dan relokasi ke Lviv. Juru bicara itu tidak mengetahui apakah diskusi itu telah dilakukan di antara pejabat tingkat rendah di pemerintah AS dan Ukraina.

Baca juga: Putin Kerahkan Pasukan Militer Rusia ke Ukraina Timur!

Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional menolak berkomentar ketika ditanya tentang diskusi antara pejabat AS dan Ukraina tentang rencana Zelensky jika Rusia menyerang.

Sambil berusaha menghindari kepanikan dalam pernyataan publiknya, pemerintah Ukraina juga telah mencoba menyampaikan kepada Rusia bahwa mereka akan menghadapi perlawanan keras.

Namun, Zelensky dipandang oleh pejabat pemerintah semakin rentan, kata orang-orang yang akrab dengan diskusi tentang strategi mengeluarkannya.

Pejabat pemerintah Amerika tidak percaya bahwa adalah bijaksana bagi Zelensky untuk meninggalkan Kiev pada hari Sabtu untuk melakukan perjalanan ke Munich. Namun Zelensky tetap melakukan perjalanan dan bertemu dengan Wakil Presiden AS Kamala Harris di sela-sela Konferensi Keamanan Munich.

Baca juga: Bukan Omong Kosong, Rusia Rilis Video Tank Ukraina Hancur Jadi Rongsokan

Orang-orang yang akrab dengan diskusi tentang strategi mengeluarkan Zelensky mengatakan mereka tidak tahu apakah topik itu dibahas dalam pertemuannya dengan Harris.

John Herbst, mantan duta besar AS untuk Ukraina, mengatakan Kiev telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan pemerintah akan dapat beroperasi tanpa gangguan jika ada serangan, meskipun dia tidak merinci di mana Kabinet akan pindah di Ukraina.

“Pemahaman saya adalah mereka telah membuat rencana darurat untuk kelanjutan pemerintahan,” kata Hersbt.

AS sendiri telah mengevakuasi sebagian besar staf kedutaannya di Kiev pada 12 Februari lalu dan memindahkan operasi ke Lviv karena kekhawatiran keamanan tentang penumpukan militer Rusia yang terus berlanjut di perbatasan Ukraina. Pejabat AS sekarang memperingatkan invasi yang akan segera terjadi yang dapat mencapai Kiev.

Baca juga: Tentara Ukraina Dilaporkan Kerahkan 5 Sistem Rudal Buk-M1 di Donbass
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Banyak Manfaat jika Mau Berdamai, tapi...
Rekomendasi
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved