Diusir karena Kenakan Jilbab, Mahasiswi India: Agama Kami Dihina

Sabtu, 12 Februari 2022 - 20:05 WIB
loading...
Diusir karena Kenakan...
Diusir karena Kenakan Jilbab, Mahasiswi India: Agama Kami Dihina. FOTO/Reuters
A A A
NEW DELHI - Seorang mahasiswi muslim di negara bagian Karnataka, India , menceritakan perlakuan tidak menyenangkan terkait larangan jilbab atau hijab . Perempuan bernama Ayesha Imthiaz mengaku diusir dari kelasnya karena menggunakan jilbab.

Bukan hanya dirinya, tetapi juga mahasiswi yang lain yang juga menggunakan jilbab, mengalami nasib yang sama. Mahasiswi berusia 21 tahun itu mengatakan, langkah kampus merupakan penghinaan yang akan memaksanya memilih antara agama dan pendidikan.

Baca: Pengadilan India Larang Siswi Muslim Pakai Hijab di Sekolah

"Penghinaan untuk diminta meninggalkan kelas karena mengenakan jilbab oleh pejabat perguruan tinggi telah mengguncang keyakinan inti saya," tuturnya, seperti dilansir Reuters pada Sabtu (12/2/2022).

Menurut mahasiswi dari distrik Udupi Karnataka Selatan tersebut, agamanya telah dipertanyakan dan dihina oleh tempat yang justru dianggap sebagai kuil pendidikan.

"Ini lebih seperti memberi tahu kami, bahwa Anda memilih antara agama atau pendidikan Anda, itu hal yang salah," kata perempuan yang sudah lima tahun belajar di Mahatma Gandhi Memorial College di Udupi itu.

Baca: Sebut Mengerikan, Malala Yousafzai Kecam Larangan Jilbab di India

Masih dilansir dari Reuters, beberapa perempuan Muslim yang memprotes larangan ini telah menerima telepon ancaman. Mereka juga dipaksa untuk tinggal di dalam rumah, tambah Ayesha.

Pejabat perguruan tinggi mengatakan, siswa diperbolehkan menggunakan jilbab di lingkungan kampus dan hanya meminta mereka melepasnya di dalam kelas.

Sebelumnya, seorang mahasiswi Muslim berjilbab dicemooh massa sayap kanan Hindu di kompleks perguruan tinggi di negara bagian Karnataka, India. Serangan verbal itu direkam seseorang dan videonya viral di media sosial.

Baca: Viral, Mahasiswi Berhijab Dicemooh Massa Hindu di Kampus India

Kejadian itu memicu kemarahan para kritikus di tengah meningkatnya protes atas larangan jilbab di negara bagian selatan India tersebut.

Bahkan, sekelompok wanita muslim telah mengajukan petisi menentang perintah pemerintah negara bagian Karnataka yang melarang pemakaian jilbab di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi.



Pekan lalu, seorang hakim di pengadilan tinggi negara bagian merujuk petisi yang menentang larangan tersebut ke panel yang lebih besar. Masalah ini sedang diawasi dengan ketat secara internasional sebagai ujian kebebasan beragama yang dijamin Konsistusi India.

Kantor Kebebasaran Beragama Internasional (IRF) mengatakan, larangan jilbab telah melanggar kebebasan beragama. Namun, Kementerian Luar Negeri India menyebut, komentar dari luar atas masalah internal tak bisa diterima.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Pakar Militer Ini Sebut...
Pakar Militer Ini Sebut AS Tak Sadari Gelombang Kejut Besar di Asia
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
AS dan Iran Setujui...
AS dan Iran Setujui Kesepakatan untuk Akhiri Perang di Timur Tengah, Ini Isinya
Dahsyatnya Gempa M7,8...
Dahsyatnya Gempa M7,8 di Filipina, Dasar Laut Terangkat 2 Meter Terumbu Karang Menyembul
Rekomendasi
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
Inilah Bupati Pati yang...
Inilah Bupati Pati yang Diprotes Warganya karena Naikkan Pajak 250%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved