Malaysia Khawatir Kehadiran Kapal Perang Bisa Tingkatkan Ketegangan di LCS

Kamis, 23 April 2020 - 21:50 WIB
loading...
Malaysia Khawatir Kehadiran...
Malaysia mengatakan bahwa kehadiran kapal perang dan kapal lainnya di kawasan Laut China Selatan memiliki potensi untuk meningkatkan ketegangan di wilayah itu. Foto/Reuters
A A A
KUALA LUMPUR - Malaysia mengatakan bahwa kehadiran kapal perang dan kapal lainnya di kawasan Laut China Selatan memiliki potensi untuk meningkatkan ketegangan di wilayah itu. Ini, menurut Malaysia, pada akhirnya dapat mengakibatkan kesalahan perhitungan.

Pernyataan itu muncul setelah Amerika Serikat (AS) dan Australia bergabung dengan kapal survei yang dikerahkan oleh Malaysia di tengah pendekatan tegas China di kawasan tersebut.

"Saya sangat sadar dan sadar akan situasi ini. Kita harus menghindari insiden yang tidak disengaja dan tidak disengaja di perairan ini," kata Menteri Luar Negeri Malaysia, Hishammuddin Hussein, seperti dilansir Sputnik pada Kamis (23/4/2020).

"Sementara hukum internasional menjamin kebebasan navigasi, keberadaan kapal perang dan kapal lainnya di Laut Cina Selatan memiliki potensi untuk meningkatkan ketegangan yang pada gilirannya dapat mengakibatkan kesalahan perhitungan yang dapat mempengaruhi perdamaian, keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut," sambungnya.

Meminta semua pihak untuk bekerja sama dalam rangka meningkatkan rasa saling percaya dan percaya diri untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan, Hishammudin menekankan bahwa mereka tetap teguh dalam komitmennya untuk melindungi kepentingannya di kawasan.

“Malaysia berpandangan bahwa Laut China Selatan harus tetap menjadi lautan perdamaian dan perdagangan. Jadi, hal-hal yang berkaitan dengan Laut China Selatan harus diselesaikan secara damai berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
3 Alasan Norwegia Batalkan...
3 Alasan Norwegia Batalkan Penjualan Rudal rudal Anti-kapal NSM ke Malaysia
Malaysia Geram dengan...
Malaysia Geram dengan Respons Lemah Dunia atas Norwegia Batalkan Sepihak Penjualan Rudal Canggih
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Berita Terkini
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved