Daftar 15 Kota dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2025, AS Mendominasi
Rabu, 19 Februari 2025 - 08:04 WIB
loading...
AS mendominasi dalam daftar 15 kota dengan biaya hidup termahal di dunia. Foto/brandvm.com
A
A
A
ZURICH - Ingin tahu kota-kota termahal di dunia? Indeks Biaya Hidup memberikan gambaran yang jelas dengan membandingkan pengeluaran konsumen sehari-hari, termasuk bahan makanan, restoran, transportasi, dan utilitas di seluruh wilayah perkotaan besar.
Nilai indeks 100 sesuai dengan biaya hidup di New York City, yang berarti kota dengan indeks 120 kira-kira 20% lebih mahal daripada NYC, sedangkan kota dengan indeks 80 kira-kira 20% lebih murah.
Penting untuk dicatat, biaya perumahan, seperti pembayaran sewa atau hipotek, tidak termasuk dalam angka-angka ini.
Berikut ini merinci kota-kota dengan biaya hidup tertinggi pada tahun 2025 sebagaimana diperingkat oleh indeks.
Bahkan tanpa memperhitungkan biaya akomodasi, destinasi-destinasi ini menonjol karena harga hariannya yang tinggi, jadi jika Anda berencana berkunjung atau pindah, kencangkan sabuk pengaman dan buat anggaran dengan bijak.
San Diego sering disebut sebagai "Kota Terbaik di Amerika" karena cuacanya yang menyenangkan, pantai-pantai yang tenang, dan sektor bioteknologi yang berkembang pesat.
Meskipun tidak sebesar atau seramai Los Angeles, hal itu tidak menghentikannya dari memiliki harga bahan makanan dan transportasi yang jauh lebih tinggi daripada banyak bagian lain negara ini.
Kehadiran pusat penelitian dan militer San Diego membantu mempertahankan gaji yang lebih tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan biaya barang dan jasa lokal.
Tempat makan di tepi pantai dan tempat-tempat wisata juga menambah harga yang melambung.
Selain sinar matahari dan ombak, San Diego adalah rumah bagi pemandangan budaya yang semarak, termasuk museum kelas dunia di Balboa Park dan pabrik bir kerajinan yang trendi.
London adalah ibu kota keuangan dan budaya yang besar, yang menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya sekaligus menjadi basis bagi bank-bank global dan perusahaan-perusahaan media besar.
Permintaan konstan akan sumber daya yang terbatas tersebut mendorong kenaikan harga sehari-hari, entah Anda ingin makan cepat saji atau naik kereta bawah tanah.
Konsentrasi tinggi bisnis internasional, pajak impor yang ketat, dan masuknya pendatang baru secara konstan membuat biaya tetap tinggi.
Segala hal, mulai dari transportasi umum hingga bahan pokok supermarket, harganya mahal.
Situs-situs ikonik seperti Menara London dan Istana Buckingham bertemu dengan gedung pencakar langit modern di City dan Canary Wharf, sehingga kota metropolitan ini memiliki perpaduan yang kontras antara sejarah dan kemajuan.
Sebagai jantung politik Amerika Serikat, Washington DC mengundang para pelobi, konsultan, dan profesional pemerintah.
Konsentrasi pekerja bergaji tinggi ini mendorong kenaikan harga lokal, terutama di bidang-bidang seperti tempat makan, bahan makanan, dan ritel khusus.
Lingkungan kelas atas seperti Georgetown dan Dupont Circle memiliki butik dan restoran gourmet yang melayani orang-orang kaya.
Permintaan akan kemudahan mendorong kenaikan biaya dalam segala hal, mulai dari makanan siap saji hingga layanan pribadi.
Monumen marmer dan museum bersejarah di DC menarik banyak pengunjung, sementara pasar kerjanya yang ramai berpusat di sekitar lembaga federal, lembaga pemikir, dan organisasi nirlaba.
Terkenal dengan budaya kopi, cuaca hujan, dan raksasa teknologi seperti Amazon dan Microsoft, Seattle menjadi magnet bagi para profesional terampil.
Meskipun kota ini tidak sebesar Los Angeles atau New York, banyak pengeluaran sehari-harinya mencerminkan kota-kota besar yang lebih mahal.
Sektor teknologi yang sedang berkembang pesat mendorong upah lebih tinggi, dan kenaikan gaji menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa.
Jarak dari wilayah pertanian utama juga dapat meningkatkan biaya transportasi bahan makanan.
Dari Space Needle hingga Pike Place Market yang ramai, Seattle memadukan petualangan luar ruangan dengan pusat kota yang berkembang pesat yang tampaknya tidak pernah berhenti berkembang.
Sebagai pusat keuangan global dengan salah satu pelabuhan tersibuk di dunia, Singapura telah mendapatkan reputasi untuk kebersihan, efisiensi, dan keamanan.
Nilai indeks 100 sesuai dengan biaya hidup di New York City, yang berarti kota dengan indeks 120 kira-kira 20% lebih mahal daripada NYC, sedangkan kota dengan indeks 80 kira-kira 20% lebih murah.
Penting untuk dicatat, biaya perumahan, seperti pembayaran sewa atau hipotek, tidak termasuk dalam angka-angka ini.
Berikut ini merinci kota-kota dengan biaya hidup tertinggi pada tahun 2025 sebagaimana diperingkat oleh indeks.
Bahkan tanpa memperhitungkan biaya akomodasi, destinasi-destinasi ini menonjol karena harga hariannya yang tinggi, jadi jika Anda berencana berkunjung atau pindah, kencangkan sabuk pengaman dan buat anggaran dengan bijak.
1. San Diego, California, Amerika Serikat (Indeks 77,9)
San Diego sering disebut sebagai "Kota Terbaik di Amerika" karena cuacanya yang menyenangkan, pantai-pantai yang tenang, dan sektor bioteknologi yang berkembang pesat.
Meskipun tidak sebesar atau seramai Los Angeles, hal itu tidak menghentikannya dari memiliki harga bahan makanan dan transportasi yang jauh lebih tinggi daripada banyak bagian lain negara ini.
Kehadiran pusat penelitian dan militer San Diego membantu mempertahankan gaji yang lebih tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan biaya barang dan jasa lokal.
Tempat makan di tepi pantai dan tempat-tempat wisata juga menambah harga yang melambung.
Selain sinar matahari dan ombak, San Diego adalah rumah bagi pemandangan budaya yang semarak, termasuk museum kelas dunia di Balboa Park dan pabrik bir kerajinan yang trendi.
2. London, Inggris (Indeks 77,9)
London adalah ibu kota keuangan dan budaya yang besar, yang menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya sekaligus menjadi basis bagi bank-bank global dan perusahaan-perusahaan media besar.
Permintaan konstan akan sumber daya yang terbatas tersebut mendorong kenaikan harga sehari-hari, entah Anda ingin makan cepat saji atau naik kereta bawah tanah.
Konsentrasi tinggi bisnis internasional, pajak impor yang ketat, dan masuknya pendatang baru secara konstan membuat biaya tetap tinggi.
Segala hal, mulai dari transportasi umum hingga bahan pokok supermarket, harganya mahal.
Situs-situs ikonik seperti Menara London dan Istana Buckingham bertemu dengan gedung pencakar langit modern di City dan Canary Wharf, sehingga kota metropolitan ini memiliki perpaduan yang kontras antara sejarah dan kemajuan.
3. Washington DC, Amerika Serikat (Indeks 78.7)
Sebagai jantung politik Amerika Serikat, Washington DC mengundang para pelobi, konsultan, dan profesional pemerintah.
Konsentrasi pekerja bergaji tinggi ini mendorong kenaikan harga lokal, terutama di bidang-bidang seperti tempat makan, bahan makanan, dan ritel khusus.
Lingkungan kelas atas seperti Georgetown dan Dupont Circle memiliki butik dan restoran gourmet yang melayani orang-orang kaya.
Permintaan akan kemudahan mendorong kenaikan biaya dalam segala hal, mulai dari makanan siap saji hingga layanan pribadi.
Monumen marmer dan museum bersejarah di DC menarik banyak pengunjung, sementara pasar kerjanya yang ramai berpusat di sekitar lembaga federal, lembaga pemikir, dan organisasi nirlaba.
4. Seattle, WA, Amerika Serikat (Indeks 78,9)
Terkenal dengan budaya kopi, cuaca hujan, dan raksasa teknologi seperti Amazon dan Microsoft, Seattle menjadi magnet bagi para profesional terampil.
Meskipun kota ini tidak sebesar Los Angeles atau New York, banyak pengeluaran sehari-harinya mencerminkan kota-kota besar yang lebih mahal.
Sektor teknologi yang sedang berkembang pesat mendorong upah lebih tinggi, dan kenaikan gaji menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa.
Jarak dari wilayah pertanian utama juga dapat meningkatkan biaya transportasi bahan makanan.
Dari Space Needle hingga Pike Place Market yang ramai, Seattle memadukan petualangan luar ruangan dengan pusat kota yang berkembang pesat yang tampaknya tidak pernah berhenti berkembang.
5. Singapura (Indeks 79,1)
Sebagai pusat keuangan global dengan salah satu pelabuhan tersibuk di dunia, Singapura telah mendapatkan reputasi untuk kebersihan, efisiensi, dan keamanan.
Lihat Juga :