Putin: Hubungan Rusia-China Sekarang Tak Pernah Terjadi Sebelumnya

Sabtu, 05 Februari 2022 - 05:45 WIB
loading...
Putin: Hubungan Rusia-China...
Presiden China Xi Jinping menyambut Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing, China. Foto/REUTERS
A A A
MOSKOW - Persahabatan antara Rusia dan China telah menjadi contoh bagaimana kedua negara dapat berkembang bersama dan saling mendukung “hampir di semua bidang”.

Pernyataan itu diungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (4/2/2022).

Berbicara kepada Presiden China Xi Jinping pada pertemuan tatap muka pertama mereka sejak awal pandemi Covid-19, Putin mencatat bagaimana Moskow dan Beijing terus berhubungan dan meningkatkan kerja sama.

Baca juga: Buku Baru: Elite AS yang Korup dan Kaya Bantu China Menang Persaingan

“Mengenai hubungan bilateral kami, mereka memang berkembang terus dalam semangat persahabatan dan kemitraan strategis,” ungkap Putin dalam komentar yang disiarkan secara publik sebelum dimulainya pertemuan.

Baca juga: AS Tuding Rusia Mencoba Mengintimidasi Jepang

Putin menambahkan, “Mereka telah memperoleh sifat yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan contoh hubungan yang layak yang membantu kedua belah pihak berkembang dan, pada saat yang sama, saling mendukung dalam perkembangan mereka.”

Baca juga: Bak Ninja, Pertarungan Pisau dan Pedang Kagetkan Penumpang Bus London

Setelah pertemuan antara dua pemimpin, Rusia dan China mengeluarkan pernyataan bersama yang menggemakan nada komentar Putin.

“Persahabatan antara kedua negara tidak memiliki batas, tidak ada bidang kerja sama yang ‘terlarang’, penguatan kerja sama strategis bilateral tidak ditujukan terhadap negara ketiga atau terpengaruh oleh perubahan lingkungan internasional dan perubahan tidak langsung di negara ketiga,” papar pernyataan bersama tersebut.

Dalam pernyataan itu, Xi dan Putin menyepakati agenda bilateral untuk masa depan hubungan kedua negara sambil membahas bagaimana Beijing dan Moskow akan menangani pihak ketiga, termasuk Amerika Serikat (AS).

Sebagai bagian dari pernyataan itu, China memihak Rusia dalam perdebatan yang sedang berlangsung mengenai ekspansi ke arah timur dari blok militer NATO yang dipimpin AS, dengan kedua pihak sepakat itu harus dihentikan.

“Beberapa pihak menentang perluasan lebih lanjut NATO dan menyerukan Aliansi Atlantik Utara meninggalkan pendekatan perang dingin yang diideologikannya,” ungkap pernyataan keduanya.

Mereka mendesak, “NATO menghormati kedaulatan, keamanan dan kepentingan negara lain, keragaman latar belakang peradaban, budaya dan sejarah, dan menjalankan sikap yang adil serta objektif terhadap perkembangan damai Negara-negara lain.”

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia dan China telah bekerja sama meningkatkan kerja sama ekonomi, dan perdagangan bilateral sekarang melebihi USD140 miliar per tahun.

Pada Jumat, raksasa energi Rusia Gazprom dan China National Petroleum Corporation menandatangani kontrak jangka panjang untuk pasokan 10 miliar meter kubik gas Rusia ke Beijing.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Gedung Pusat Animasi...
Gedung Pusat Animasi Terbakar Tewaskan 15 Orang, Sebagian Besar Pelajar
Rekomendasi
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Legislator PDIP Harap...
Legislator PDIP Harap Dirut Baru Benahi Tata Kelola Bank Sumsel Babel
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved