China Kecam Pesawat Militer AS Terbang di Langit Taiwan
Jum'at, 12 Juni 2020 - 16:12 WIB
loading...
Beberapa pesawat jet tempur Su-30 China. Foto/chinamil.com.cn
A
A
A
BEIJING - Pemerintah China mengecam Amerika Serikat (AS) karena mengirim sebuah pesawat angkut militer ke Taiwan . Beijing mengancam akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan nasional, keamanan dan kepentingan pembangunan.
Pernyataan kecaman itu muncul setelah pesawat angkut militer C-40 AS melakukan flyover pada Selasa pagi di sepanjang garis pantai barat Taiwan. Namun, otoritas yang memerintah Taiwan memberi izin penerbangan C-40 Amerika meski tidak melakukan pendaratan.
Tak lama setelah pesawat C-40 AS melintas, sekelompok pesawat jet tempur Su-30 dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China menyerbu wilayah udara barat daya Taiwan. Langkah militer Beijing ini secara luas ditafsirkan sebagai tindakan balasan Beijing terhadap tindakan Washington.
China sampai saat ini masih menganggap Taiwan sebagai wilayahnya. Namun, pemerintah Presiden Tsai Ing-wen yang memerintah pulau itu menolak mengakui wilayah tersebut bagian dari China.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, pada Kamis mengatakan tindakan AS secara serius melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar dalam hubungan internasional. Menurutnya, pihak China secara serius mengutuk dan secara tegas menentang hal tersebut.
Pernyataan kecaman itu muncul setelah pesawat angkut militer C-40 AS melakukan flyover pada Selasa pagi di sepanjang garis pantai barat Taiwan. Namun, otoritas yang memerintah Taiwan memberi izin penerbangan C-40 Amerika meski tidak melakukan pendaratan.
Tak lama setelah pesawat C-40 AS melintas, sekelompok pesawat jet tempur Su-30 dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China menyerbu wilayah udara barat daya Taiwan. Langkah militer Beijing ini secara luas ditafsirkan sebagai tindakan balasan Beijing terhadap tindakan Washington.
China sampai saat ini masih menganggap Taiwan sebagai wilayahnya. Namun, pemerintah Presiden Tsai Ing-wen yang memerintah pulau itu menolak mengakui wilayah tersebut bagian dari China.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, pada Kamis mengatakan tindakan AS secara serius melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar dalam hubungan internasional. Menurutnya, pihak China secara serius mengutuk dan secara tegas menentang hal tersebut.
Lihat Juga :