Gunakan Sperma Sendiri, Dokter Kesuburan di Belanda Jadi Ayah Bagi 21 Anak

Rabu, 02 Februari 2022 - 21:49 WIB
loading...
Gunakan Sperma Sendiri, Dokter Kesuburan di Belanda Jadi Ayah Bagi 21 Anak
Gunakan sperma sendiri, dokter kesuburan di Belanda jadi ayah bagi 21 anak. Foto/Ilustrasi
A A A
AMSTERDAM - Seorang dokter kesuburan di Belanda menjadi ayah bagi 21 anak dan kemungkinan lusinan lainnya setelah menggunakan spermanya sendiri bagi calon orang tua yang meminta perawatan kesuburan darinya. Hal itu terungkap setelah dilakukan sebuah penyelidikan.

Jos Beek bekerja di rumah sakit Elisabeth di Leiderdorp, sekarang bagian dari rumah sakit Alrijne, antara tahun 1973 dan 1998. Dia meninggal pada tahun 2019.

Pasangan yang dirawat oleh Beek diharapkan menjadi penerima sampel dari donor sperma anonim. Rumah sakit Alrijne mengatakan tidak percaya Beek telah mengatakan yang sebenarnya kepada siapa pun.

Skandal itu muncul setelah sebuah organisasi yang melacak orang tua kandung bagi mereka yang lahir menggunakan sumbangan sperma anonim menemukan kecocokan antara DNA Beek dan 21 anak yang ibunya telah menerima perawatan di kliniknya antara tahun 1973 dan 1986.

Kelompok tersebut, Fiom, menghubungi rumah sakit Alrijne pada Juni tahun lalu. Rumah sakit kemudian menugaskan komite independen untuk menyelidikinya pada awal Januari.

Baca juga: Jadi Ayah 129 Anak, Pria Ini Donor Sperma Paling Produktif di Dunia

Peter Jue, anggota dewan direksi di rumah sakit Alrijne, mengatakan dia tidak dapat mengabaikan kemungkinan bahwa Beek adalah ayah biologis dari lebih banyak anak setelah merawat ibu mereka.

“Kami sangat terkejut dengan ini. Hal ini tentu saja berdampak signifikan bagi orang tua dan anak-anak yang terlibat," kata Jue.

“Kami segera melakukan percakapan dengan anak-anak dan orang tua yang menginginkannya, mendengarkan dan menjanjikan kerja sama kami. Kami menyadari situasi yang mereka alami dan ingin melakukan sebanyak mungkin untuk mendapatkan informasi di atas meja. Cara dokter ini bertindak pada saat itu tidak dapat diterima,” tuturnya seperti dilansir dari The Guardian, Rabu (2/2/2022).

Catatan rumah sakit dari periode itu sudah tidak ada lagi, himbauan umum pun dibuat bagi orang-orang untuk melaporkannya.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1699 seconds (10.177#12.26)