Dokter Bedah Prancis Ini Akan Diadili karena Memerkosa 299 Pasien

Selasa, 18 Februari 2025 - 12:21 WIB
loading...
Dokter Bedah Prancis...
Joel Le Scouarnec, dokter bedah Prancis yang akan diadili pada 24 Februari nanti atas tuduhan memerkosa atau melakukan kekerasan seksual terhadap 299 pasien. Foto/Le Parisien
A A A
RENNES - Seorang dokter bedah Prancis akan diadili atas tuduhan memerkosa atau melakukan kekerasan seksual terhadap 299 pasien. Sebagian besar korban diserang saat dalam kondisi dibius.

Joel Le Scouarnec (74), yang telah berpraktik selama puluhan tahun, akan mulai diadili pada 24 Februari mendatang.

Dia sudah berada di penjara setelah sidang pengadilan pada tahun 2020 memutuskannya bersalah atas kekerasan terhadap empat anak, termasuk dua keponakannya.

Sidang pada 24 Februari mendatang untuk kasus terpisah, yakni tuduhan bahwa dokter bedah tersebut telah memerkosa atau melakukan kekerasan seksual terhadap 299 pasien di belasan rumah sakit antara tahun 1989 hingga 2014.

Baca Juga: Dokter Diperkosa dan Dibunuh di RS India, Pekerja Medis Ramai-ramai Mogok Kerja

Secara total, 256 dari 299 korban berusia di bawah 15 tahun, dengan yang termuda berusia satu tahun dan yang tertua berusia 70 tahun.

Dokter bedah tersebut tidak pernah diselidiki selama kariernya meskipun pernah dijatuhi hukuman pada tahun 2005 karena memiliki gambar-gambar pelecehan seksual anak-anak.

Penyidik baru mengungkap dugaan kejahatannya setelah dia pensiun pada tahun 2017, ketika seorang anak gadis berusia enam tahun menuduhnya melakukan pemerkosaan dan polisi menemukan banyak sekali catatan pelecehan dalam buku hariannya.

Para korban dan pembela hak-hak anak mengatakan kasus tersebut menyoroti kegagalan sistemik yang memungkinkan Le Scouarnec berulang kali melakukan kejahatan seksual.

"Berapa banyak orang yang tahu bahwa dia seorang paedofil dan membiarkannya melakukan praktik kedokteran saat berhubungan dengan anak-anak?" tanya salah seorang korban kepada AFP, yang berbicara dengan syarat anonim, Selasa (18/2/2025).

“Mereka tahu dan tidak melakukan apa pun," ujarnya.

Le Scouarnec berpraktik di kota Lorient bagian barat pada tahun 2004 ketika Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) memberi tahu pihak berwenang Prancis bahwa dia termasuk di antara ratusan orang di Prancis yang telah melihat gambar pelecehan seksual anak-anak secara daring.

Sebuah pengadilan di dekat Vannes tahun berikutnya menjatuhkan hukuman penjara empat bulan yang ditangguhkan kepadanya.

Namun saat itu dokter tersebut telah pindah untuk bekerja di Quimperle, kota lain di wilayah yang sama di Brittany.

Rumah sakit Quimperle sedang berjuang untuk merekrut staf baru dan bangsal bersalin serta departemen bedahnya terancam ditutup, kata walikota kota saat ini, Michael Quernez.

“Kedatangan dokter bedah baru itu pasti melegakan,” katanya.

Le Scouarnec tidak memberi tahu manajer tentang hukumannya tetapi seorang rekan praktisi, psikiater Thierry Bonvalot, mendengarnya dari kolega lainnya.

Bonvalot mengatakan kepada AFP bahwa koleganya itu “membuatnya terdengar seperti tidak terjadi apa-apa”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
4 Fakta Memalukan Keluarga...
4 Fakta Memalukan Keluarga Kerajaan Norwegia Divonis 4 Tahun Penjara karena Pemerkosaan
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Siapa Adam Hamawy? Dokter...
Siapa Adam Hamawy? Dokter Bedah AS yang Pernah Bertugas di Gaza dan Terpiih sebagai Anggota Kongres
Prancis Larang Pejabat...
Prancis Larang Pejabat Israel Hadiri Pameran Senjata, Zionis Murka
Kapal Tanker Rusia Dibajak...
Kapal Tanker Rusia Dibajak Prancis, Ini Respons Keras dari Kremlin
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Terungkap! Pemimpin...
Terungkap! Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Ikut Susun Kesepakatan Damai dengan AS
Rekomendasi
Memuat Kalimat Syahadat,...
Memuat Kalimat Syahadat, Bendera Arab Saudi Tak Menyentuh Tanah di Piala Dunia 2026
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
Berita Terkini
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved