PBB: Taliban Bunuh 100 Eks Pejabat Pemerintah Afghanistan dan Lainnya
Senin, 31 Januari 2022 - 13:45 WIB
loading...
Milisi bersenjata Taliban saat inspeksi di Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul. Laporan PBB menyebut Taliban diduga telah membunuh lebih dari 100 mantan pejabat Afghanistan dan lainnya. Foto/REUTERS
A
A
A
NEW YORK CITY - Sebuah laporan PBB mengatakan Taliban dan sekutunya diduga telah membunuh lebih dari 100 orang Afghanistan sejak merebut kekuasaan.
Para korban adalah mantan pejabat pemerintah Afghanistan, mantan personel keamanan dan orang-orang yang bekerja dengan pasukan internasional.
Laporan itu, yang salinan awalnya dilihat oleh AFP, Senin (31/1/2022), menggambarkan pembatasan hak asasi manusia (HAM) oleh penguasa fundamentalis baru Afghanistan.
Baca juga: Ditolak Selandia Baru, Jurnalis Hamil Ini Minta Bantuan Taliban
Selain pembunuhan politik, hak-hak perempuan dan hak untuk protes juga telah dikekang.
“Meskipun pengumuman amnesti umum untuk mantan anggota pemerintah, pasukan keamanan dan mereka yang bekerja dengan pasukan militer internasional, UNAMA [Misi Bantuan PBB di Afghanistan] terus menerima tuduhan pembunuhan, penghilangan paksa, dan pelanggaran lain yang kredibel terhadap orang-orang ini,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam laporan tersebut.
Para korban adalah mantan pejabat pemerintah Afghanistan, mantan personel keamanan dan orang-orang yang bekerja dengan pasukan internasional.
Laporan itu, yang salinan awalnya dilihat oleh AFP, Senin (31/1/2022), menggambarkan pembatasan hak asasi manusia (HAM) oleh penguasa fundamentalis baru Afghanistan.
Baca juga: Ditolak Selandia Baru, Jurnalis Hamil Ini Minta Bantuan Taliban
Selain pembunuhan politik, hak-hak perempuan dan hak untuk protes juga telah dikekang.
“Meskipun pengumuman amnesti umum untuk mantan anggota pemerintah, pasukan keamanan dan mereka yang bekerja dengan pasukan militer internasional, UNAMA [Misi Bantuan PBB di Afghanistan] terus menerima tuduhan pembunuhan, penghilangan paksa, dan pelanggaran lain yang kredibel terhadap orang-orang ini,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam laporan tersebut.
Lihat Juga :