Murka Hanya Diberi Helm, Ukraina Tuntut Jerman Kirim Senjata Mematikan!

Sabtu, 29 Januari 2022 - 05:30 WIB
loading...
Murka Hanya Diberi Helm,...
Menteri Pertahanan Jerman Ursula von der Leyen didampingi tentara yang memakai helm di Niederstetten, Jerman, 20 Agustus 2018. Foto/REUTERS/Ralph Orlowski
A A A
KIEV - Jerman harus berani dan menandatangani transfer senjata mematikan ke Ukraina dalam menghadapi invasi Rusia. Tuntutan itu diungkapkan Duta Besar Ukraina untuk Jerman Andrey Melnik.

Meski demikian, Jerman terus bersikeras tidak menyediakan senjata dan amunisi pada Ukraina.

Berbicara kepada portal berita Jerman, DPA, pada Rabu (26/1/2022), Andrey Melnik memperbarui seruannya kepada pemerintah Jerman untuk mengirim perangkat keras ke Ukraina.

Baca juga: Ingin Kirim 5.000 Helm ke Ukraina, Jerman Diolok-olok

Dia mencatat bahwa pengiriman 5.000 helm militer itu disambut Ukraina, tapi itu tidak cukup.

Baca juga: Putin dan Macron Gelar Diskusi Genting, Isinya Berisiko Tinggi!

Menurutnya, ini adalah "gerakan simbolis murni" dan hanya "tetesan di lautan." Sebaliknya, menurut dia, Jerman akan lebih baik mengirim persenjataan untuk melawan agresi Rusia.

Baca juga: Saat NATO Enggan, Polandia Siap Buat Kesepakatan dengan Rusia

“Kami tidak membutuhkan taktik dan manuver, tetapi tindakan berani … yang pada akhirnya akan memberi Ukraina senjata pertahanan Jerman,” tegas Melnik, dengan alasan, “Inilah yang paling dibutuhkan rakyat negara kami sekarang.”

Utusan itu juga mengatakan, “Kiev sedang menunggu Jerman membuat perubahan 180 derajat dan perubahan paradigma yang nyata.”

Pernyataannya muncul setelah Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengumumkan Jerman tidak akan mengirim senjata apa pun ke Ukraina, tetapi akan mengirimkan 5.000 helm pelindung.

Walikota Kiev Vitali Klitschko juga mencemooh langkah tersebut dan menuduh, “Lambrecht tidak sepenuhnya memahami bahwa Kiev berurusan dengan tentara Rusia yang diperlengkapi dengan sempurna yang dapat mulai menginvasi Ukraina lebih lanjut kapan saja.”

“5000 helm benar-benar lelucon. Apa yang akan dikirim Jerman sebagai dukungan selanjutnya? Bantal?” papar dia.

Para pemimpin Barat telah membunyikan alarm dalam beberapa pekan terakhir, mengklaim Moskow mungkin berencana meluncurkan invasi ke tetangganya.

Namun, Kremlin telah berulang kali membantah tuduhan itu dan menuduh NATO mengobarkan ketegangan di benua itu.

Sebelumnya pada Januari, Melnik mengatakan Berlin memiliki tanggung jawab moral untuk masa depan Ukraina, dan karena itu berkewajiban menjual senjata ke Kiev sehingga negara itu dapat mempertahankan diri dari agresi Rusia. Jika tidak, dia memperingatkan, ada risiko "konsekuensi serius bagi hubungan bilateral."

Namun, Jerman telah menunjukkan kebijakannya yang menyatakan tidak memasok senjata ke zona konflik, keputusan lama dari pemerintah sebelumnya yang juga didukung koalisi baru yang dibentuk pada Desember.

“Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Jerman telah berulang kali memutuskan tidak memasok senjata mematikan. Ada alasan untuk ini, yang tentu saja juga didasarkan pada semua perkembangan beberapa tahun dan dekade terakhir,” papar Kanselir Jerman Olaf Scholz.

(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
Potongan Aplikasi Gojek...
Potongan Aplikasi Gojek Turun Jadi 8% Mulai 1 Juli 2026, Manajemen GOTO Angkat Suara
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Prabowo Prediksi Indonesia...
Prabowo Prediksi Indonesia Swasembada BBM 3 Tahun Lagi
Berita Terkini
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Infografis
Presiden Ukraina Zelensky:...
Presiden Ukraina Zelensky: China Memasok Senjata ke Rusia!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved