Zionis dan Rezim Assad Ternyata Bersekongkol, Agen Mossad Sering Menghubungi Diktator selama Bertahun-tahun
Sabtu, 28 Desember 2024 - 18:37 WIB
loading...
Bashar Al Assad berhubungan dengan agen Mossad selama bertahun-tahun. Foto/X/@UpdateNews724
A
A
A
DAMASKUS - Israel dilaporkan terlibat dalam komunikasi rahasia dengan rezim Bashar Assad yang digulingkan dalam beberapa tahun terakhir menggunakan aplikasi perpesanan WhatsApp.
Melansir Yedioth Ahronoth, dikatakan bahwa Israel melakukan operasi rahasia untuk menjalin kontak dengan Assad dan lingkaran dalamnya, dengan mengirimkan pesan melalui agen intelijen Israel yang menyamar sebagai "Musa" di WhatsApp. Pesan tersebut diduga sampai ke pejabat tinggi di Damaskus.
Satu operasi dilaporkan berupaya menegosiasikan kesepakatan rahasia di mana Assad akan menghentikan pengiriman senjata ke Lebanon sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional terhadap rezimnya.
Laporan tersebut mencatat bahwa pada akhir tahun 2019, Yossi Cohen, yang saat itu menjabat sebagai kepala badan intelijen Israel, Mossad, dijadwalkan bertemu Assad di Kremlin. Namun, Assad membatalkan pertemuan tersebut.
Direktorat Intelijen Militer, yang dikenal sebagai Aman, diduga mengirim pesan tersebut kepada Menteri Pertahanan Suriah saat itu, Ali Abbas, setelah serangan udara Israel terhadap target yang diklaim terkait dengan Iran atau Hizbullah di Suriah.
Melansir Yedioth Ahronoth, dikatakan bahwa Israel melakukan operasi rahasia untuk menjalin kontak dengan Assad dan lingkaran dalamnya, dengan mengirimkan pesan melalui agen intelijen Israel yang menyamar sebagai "Musa" di WhatsApp. Pesan tersebut diduga sampai ke pejabat tinggi di Damaskus.
Satu operasi dilaporkan berupaya menegosiasikan kesepakatan rahasia di mana Assad akan menghentikan pengiriman senjata ke Lebanon sebagai imbalan atas pencabutan sanksi internasional terhadap rezimnya.
Laporan tersebut mencatat bahwa pada akhir tahun 2019, Yossi Cohen, yang saat itu menjabat sebagai kepala badan intelijen Israel, Mossad, dijadwalkan bertemu Assad di Kremlin. Namun, Assad membatalkan pertemuan tersebut.
Direktorat Intelijen Militer, yang dikenal sebagai Aman, diduga mengirim pesan tersebut kepada Menteri Pertahanan Suriah saat itu, Ali Abbas, setelah serangan udara Israel terhadap target yang diklaim terkait dengan Iran atau Hizbullah di Suriah.
Lihat Juga :