4 Penyebab Pasukan Ukraina Yakin Akan Mengalami Kekalahan

Sabtu, 28 Desember 2024 - 19:20 WIB
loading...
4 Penyebab Pasukan Ukraina...
Tentara Ukraina tidak lagi memiliki semangat. Foto/X
A A A
MOSKOW - Tentara Ukraina kelelahan setelah tiga tahun bertempur dan semakin ingin melihat akhir konflik dengan Rusia melalui negosiasi. Itu dilaporkan Washington Post, mengutip sumber di militer negara itu.

Pasukan Kiev, yang sebelumnya menyatakan siap bertempur hingga mereka memenangkan kembali semua wilayah yang hilang dari Moskow, tidak percaya tujuan ini dapat dicapai lagi, kata outlet itu dalam sebuah artikel pada hari Kamis.

4 Penyebab Pasukan Ukraina Yakin Akan Mengalami Kekalahan

1. Tidak Ada Kemenangan

“Dulu kita berbicara tentang kemenangan, sekarang tidak jelas,” Kirill, wakil komandan batalion di Brigade Mekanik ke-33 Ukraina, yang ditempatkan di Wilayah Dnepropetrovsk, mengatakan kepada WaPo.

Kirill mengakui bahwa “tidak ada suasana hati yang baik” di antara rekan-rekan prajuritnya. “Semangat terus merosot, semakin memburuk,” tegasnya.

“Tidak bisa terus seperti ini,” kata anggota lain dari unit yang sama, Felix, tentang situasi di garis depan. “Kami mundur. Dan mereka [Rusia] terus maju. Kemenangan macam apa yang akan terjadi?”

2. Pasukan Ukraina Mengalami Kelelahan

Felix mengklaim bahwa pasukan “kelelahan” dan ingin pertempuran dihentikan. Jika pejabat di Kiev “tidak bisa mengakhirinya, mungkin Tuan Trump bisa,” usulnya.

Presiden terpilih AS Donald Trump telah berjanji untuk menemukan solusi diplomatik yang cepat untuk konflik antara Moskow dan Kiev begitu ia kembali menjabat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Konflik AS-Iran Meluas,...
Konflik AS-Iran Meluas, Kuwait Jadi Sasaran Serangan Rudal dan Drone
500 Lebih Pengungsi...
500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam
Rekomendasi
Piche Kota Bersyukur...
Piche Kota Bersyukur Status Tersangka Gugur, Tetap Kooperatif di Sidang
Sering Mengantuk Habis...
Sering Mengantuk Habis Makan? Coba 3 Trik Sederhana Ini untuk Jinakkan Gula Darah
Perbaikan Jalan Imbas...
Perbaikan Jalan Imbas Proyek MRT, Halte Kebon Sirih Arah Kota Ditutup Jumat Malam hingga Senin Pagi
Berita Terkini
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
Infografis
AS Tolak Rencana Inggris...
AS Tolak Rencana Inggris untuk Kirim Pasukan ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved