Tampilkan Wanita Lepas Celana Dalam, Film Arab Ini Picu Kemarahan

Kamis, 27 Januari 2022 - 07:55 WIB
loading...
A A A
Ini adalah diskusi dan pengakuan yang dihasilkan yang telah menyebabkan pelanggaran.

Anggota Parlemen dan jurnalistelevisiterkenal Mustafa Bakry mengatakan dia telah mengeluh kepada ketua Parlemen Mesir tentang para pembuat film.

Bakry mendesak pihak berwenang negara itu untuk menghentikan kerja sama dengan Netflix. "Karena ini bukan film pertamanya yang menargetkan nilai-nilai dan tradisi masyarakat Mesir dan Arab," katanya.

Pengacara Mesir Ayman Mahfouz mengatakan dia telah mengajukan gugatan terhadap para pembuat film yang menuduh mereka mempromosikan homoseksualitas. Tuduhan itu mungkin mengacu pada karakter gay dalam film tersebut.

Mahfouz mengatakan dia juga telah mengirim peringatan hukum ke Kementerian Kebudayaan untuk mencegah film itu diputar di Mesir. Demikian laporan Cairo 24 yang dikutip BBC, Kamis (27/1/2022).

Menanggapi seruan agar film tersebut dilarang di Mesir, kepala Badan Sensor untuk Karya Seni mengatakan negara tersebut tidak dapat melarang film tersebut karena merupakan produksi Lebanon.

Banyak aktor dan kritikus terkemuka membela film tersebut, dan menolak tuduhan terhadap pembuat filmnya.

Selama panggilan telepon dengan acara bincang-bincang Al Hikaya, kritikus seni Magda Moris mengatakan "Dearest Friends" tidak mempromosikan homoseksualitas atau melanggar tradisi keluarga.

"Kami tidak dapat melarang film tersebut di Mesir dan mereka yang menentangnya memiliki hak untuk tidak menontonnya," ujarnya.

Situs web Ahl Masr melaporkan bahwa aktris veteran Elham Shahin keberatan dengan upaya untuk melibatkan Parlemen.

"Parlemen tidak ada hubungannya dengan Netflix dan anggota Parlemen bukan penjaga publik," katanya. "Ada film yang jauh lebih berani di Netflix."
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3778 seconds (11.252#12.26)