China Gelar Tes Massal Covid-19 pada Dua Juta Orang di Beijing

Selasa, 25 Januari 2022 - 01:30 WIB
loading...
China Gelar Tes Massal...
China tes massal Covid-19 pada dua juta orang di Beijing. FOTO/Reuters
A A A
BEIJING - Munculnya sekelompok kasus COVID-19 di Beijing telah mendorong pihak berwenang di China untuk menguji jutaan warga lainnya. Langkah ini diambil untuk tetap mempertahankan status nol Covid di negara itu.

Para pejabat di Beijing mengatakan, mereka akan melakukan pengujian massal putaran kedua terhadap 2 juta penduduk distrik Fengtai. Di wilayah ini, sebagian besar dari 40 kasus virus corona di ibu kota sejak 15 Januari telah ditemukan.

Baca: China Klaim Virus Corona Bisa Dikontrol

Itu terjadi sehari setelah pihak berwenang mengumumkan bahwa siapa pun yang membeli atau yang telah membeli obat demam, batuk, atau obat tertentu lainnya dalam dua minggu terakhir akan diminta untuk melakukan tes COVID-19 dalam waktu 72 jam.

Tindakan keras, meskipun jumlah kasus yang relatif rendah, menggambarkan keprihatinan akut pejabat pemerintah menjelang Olimpiade Musim Dingin yang akan dibuka di Beijing pada 4 Februari mendatang.

“Situasi pencegahan epidemi saat ini masih suram dan rumit dan semua departemen di seluruh kota harus bertindak secara proaktif dan cepat. Situasi keseluruhan dapat dikendalikan," kata juru bicara kota Beijing, Xu Hejian, seperti dikutip dari AP, Senin (24/1/2022).

Baca: Korban Virus Corona Terus Bertambah, Dunia Bantu China

Kebijakan COVID-19 "tanpa toleransi" Partai Komunis yang berkuasa di China telah membawa serta upaya drastis untuk membasmi tanda-tanda wabah baru - termasuk penguncian Xi'an dan dua kota lainnya bulan lalu, dan penangguhan sebagian rute kereta api dan pesawat ke Beijing untuk mengisolasinya dari daerah wabah.

Secara keseluruhan, jumlah kasus baru yang dilaporkan telah turun di China dari lebih dari 100 per hari pada puncak wabah Xi'an menjadi 18 pada hari Minggu, enam di antaranya berada di Beijing. Meskipun turun, kontrol pandemi tetap ditingkatkan menjelang Olimpiade Musim Dingin, di mana semua peserta akan diuji setiap hari dan sepenuhnya diisolasi dari masyarakat umum.

Atlet Olimpiade yang berkunjung diwajibkan untuk divaksinasi atau menjalani karantina setelah tiba di China. Ben Cowling, pakar kesehatan masyarakat di Universitas Hong Kong, mengatakan bahwa infeksi COVID-19 masih bisa keluar dari gelembung Olimpiade.

Baca: Korban Terus Berjatuhan, China Mulai Kewalahan Tangani Virus Corona

“Saya memperkirakan ada peluang bagus setidaknya satu penguncian diterapkan di Beijing dalam beberapa bulan mendatang,” katanya.

Lebih dari 3.000 orang telah tiba untuk Olimpiade Musim Dingin sejak 4 Januari lalu, hingga Minggu. Termasuk lebih dari 300 atlet dan ofisial tim, kata penyelenggara. Sisanya adalah media dan peserta lainnya.

Sejauh ini, 78 orang dinyatakan positif, termasuk seorang atlet atau ofisial tim. China telah membebaskan 21 hari karantina hotel yang biasa bagi mereka yang datang untuk Olimpiade Musim Dingin.

(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Acuhkan Trump, Israel...
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Rekomendasi
Frans Antoni Pengendali...
Frans Antoni Pengendali Uang Fredy Pratama Digiring ke Bareskrim usai Ditangkap di Malaysia
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Di Hadapan Mahasiswa,...
Di Hadapan Mahasiswa, Dasco Telepon Nanik dan Bahlil
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved