Biden Akan Kembali Pilih Kamala Harris sebagai Pasangan di Pilpres 2024

Sabtu, 22 Januari 2022 - 08:00 WIB
loading...
Biden Akan Kembali Pilih Kamala Harris sebagai Pasangan di Pilpres 2024
Joe Biden akan kembali pilih Kamala Harris sebagai pasangan di Pilpres 2024. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Wakil Presiden Kamala Harris baru saja merampungkan satu tahun masa pemerintahan mereka. Meski masa pemerintahannya masih cukup panjang, namun Biden ternyata telah menyusun rencana untuk melangkah ke periode kedua.

Dalam konferensi pers pada Rabu (19/1/2022), Biden berkomitmen untuk mencalonkan diri dengan Harris pada tahun 2024. Biden berpendapat ia melakukan pekerjaan yang baik dalam memfasilitasi kebijakan hak suara.

Baca: Sejarah, Kamala Harris Jadi Presiden AS 85 Menit setelah Biden Serahkan Kekuasaan

“Ya dan ya,” jawab Biden selama konferensi pers pertamanya tahun ini ketika seorang reporter bertanya apakah Harris akan ikut serta dan apakah menurutnya dia melakukan pekerjaan dengan baik dalam kebijakan hak suara.

Ketika diminta untuk menjelaskan, Biden berkata, “Tidak perlu.” "Dia akan menjadi pasangan saya, nomor satu," katanya. “Dan nomor dua, saya memang memberinya tanggung jawab. Saya pikir dia melakukan pekerjaan dengan baik," lanjut Biden seperti dikutip dari Politico, Kamis (20/1/2022)

Wakil presiden telah ditugaskan untuk memfasilitasi solusi kebijakan pada topik-topik penting, seperti hak suara, imigrasi dan keamanan perbatasan. Tetapi, kurangnya gerakan politik pada masalah-masalah itu telah membuat Harris mendapat kritik dari Partai Republik dan Demokrat.



Baca: Biden Tunjuk Kamala Harris sebagai Kepala Dewan Antariksa Nasional

Harris juga menerima kritik atas klaim bahwa dia telah menciptakan lingkungan kerja yang keras, menuntut, dan tidak sehat. Pembela wakil presiden telah menunjuk pada standar ganda yang dihadapi perempuan kulit berwarna dalam politik, dibandingkan dengan rekan laki-laki kulit putih mereka.

Kantor wakil presiden juga telah mengalami perombakan kepegawaian, karena anggota terkemuka dari kantor tersebut telah pergi, terutama Symone Sanders, mantan penasihat senior dan kepala juru bicara Harris.
Halaman :
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2494 seconds (11.97#12.26)