Prediksi Kehancuran Dunia Menguat Seiring Ketegangan AS dan Rusia
Jum'at, 21 Januari 2022 - 09:46 WIB
loading...
Mantan anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Tulsi Gabbard. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Mantan anggota Kongres Amerika Serikat (AS) Tulsi Gabbard mengeluarkan peringatan blak-blakan melalui Twitter pada Kamis (20/1/2022) tentang meningkatnya ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Rusia.
Menurut dia, dengan alasan konflik antara "dua kekuatan bersenjata nuklir" hanya dapat berakhir dengan "kehancuran dunia dan kehidupan seperti yang kita kenal."
“Para penghasut perang” yang saat ini menjabat, menurut politisi Partai Demokrat itu meningkatkan ketegangan dengan Rusia.
Baca juga: Serangan Udara AS di Yaman Tewaskan Komandan Al-Qaeda Abu Omar al-Hadhrami
Presiden AS Joe Biden dan pejabat administrasi lainnya telah mengeluarkan beberapa ancaman ke Rusia jika Washington dapat memindahkan pasukan ke Ukraina, sesuatu yang diklaim beberapa pejabat AS kemungkinan karena gerakan militer Moskow baru-baru ini.
Baca juga: 5 Negara dengan Jumlah Janda Terbanyak, Nomor Terakhir Bikin Kaget
Moskow telah membantahnya, dengan mengatakan manuver pasukan ini adalah masalah internal dan tuduhan serangan yang direncanakan ke Ukraina tidak berdasar.
Baca juga: Terungkap, Trump Gelar Rapat Rahasia sebelum Kerusuhan US Capitol
Gabbard adalah salah satu kritikus Partai Demokrat yang lebih vokal terhadap pemerintahan saat ini. Dia memasukkan klip wawancara Fox News dalam tweetnya.
Di dalam wawancara itu, dia secara khusus menunjuk Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken dan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan sebagai pendukung “perang perubahan rezim.”
Dia menambahkan bahwa, “Mereka adalah orang-orang yang mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh Gedung Putih ini.”
Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki memperingatkan pekan ini bahwa akan ada "biaya berat bagi ekonomi Rusia" jika menyerang Ukraina.
Pernyataan ini menyusul laporan bahwa pejabat AS telah mempertimbangkan sanksi ekonomi yang ketat terhadap Rusia, serta pembatasan ekspor yang berpotensi mempengaruhi industri besar.
Biden juga memperingatkan selama konferensi pers yang panjang pada Rabu bahwa menginvasi Ukraina akan menjadi “bencana” bagi Rusia, dengan alasan tingkat keparahan tanggapan Amerika Serikat akan tergantung pada tindakan spesifik Rusia.
"Itu satu hal jika itu serangan kecil dan kita akhirnya harus berjuang tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan," ujar Biden.
“Tetapi jika mereka benar-benar melakukan apa yang mereka mampu lakukan dengan pasukan yang terkumpul di perbatasan, itu akan menjadi bencana bagi Rusia jika mereka menginvasi Ukraina lebih lanjut,” papar Biden.
Menurut dia, dengan alasan konflik antara "dua kekuatan bersenjata nuklir" hanya dapat berakhir dengan "kehancuran dunia dan kehidupan seperti yang kita kenal."
“Para penghasut perang” yang saat ini menjabat, menurut politisi Partai Demokrat itu meningkatkan ketegangan dengan Rusia.
Baca juga: Serangan Udara AS di Yaman Tewaskan Komandan Al-Qaeda Abu Omar al-Hadhrami
Presiden AS Joe Biden dan pejabat administrasi lainnya telah mengeluarkan beberapa ancaman ke Rusia jika Washington dapat memindahkan pasukan ke Ukraina, sesuatu yang diklaim beberapa pejabat AS kemungkinan karena gerakan militer Moskow baru-baru ini.
Baca juga: 5 Negara dengan Jumlah Janda Terbanyak, Nomor Terakhir Bikin Kaget
Moskow telah membantahnya, dengan mengatakan manuver pasukan ini adalah masalah internal dan tuduhan serangan yang direncanakan ke Ukraina tidak berdasar.
Baca juga: Terungkap, Trump Gelar Rapat Rahasia sebelum Kerusuhan US Capitol
Gabbard adalah salah satu kritikus Partai Demokrat yang lebih vokal terhadap pemerintahan saat ini. Dia memasukkan klip wawancara Fox News dalam tweetnya.
Di dalam wawancara itu, dia secara khusus menunjuk Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken dan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan sebagai pendukung “perang perubahan rezim.”
Dia menambahkan bahwa, “Mereka adalah orang-orang yang mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh Gedung Putih ini.”
Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki memperingatkan pekan ini bahwa akan ada "biaya berat bagi ekonomi Rusia" jika menyerang Ukraina.
Pernyataan ini menyusul laporan bahwa pejabat AS telah mempertimbangkan sanksi ekonomi yang ketat terhadap Rusia, serta pembatasan ekspor yang berpotensi mempengaruhi industri besar.
Biden juga memperingatkan selama konferensi pers yang panjang pada Rabu bahwa menginvasi Ukraina akan menjadi “bencana” bagi Rusia, dengan alasan tingkat keparahan tanggapan Amerika Serikat akan tergantung pada tindakan spesifik Rusia.
"Itu satu hal jika itu serangan kecil dan kita akhirnya harus berjuang tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan," ujar Biden.
“Tetapi jika mereka benar-benar melakukan apa yang mereka mampu lakukan dengan pasukan yang terkumpul di perbatasan, itu akan menjadi bencana bagi Rusia jika mereka menginvasi Ukraina lebih lanjut,” papar Biden.
(sya)
Lihat Juga :