Hong Kong Kota Termahal bagi Ekspatriat
Kamis, 11 Juni 2020 - 06:39 WIB
loading...
Suasana kota Hong Kong di malam hari pada 24 Desember 2019 lalu. Hong Kong menjadi kotatermahal bagi ekspatriat di tengah situasi sering terjadinya aksi demonstrasi dalam setahun terakhirkarena warga menolak Undang-Undang Ekstradisi. Foto/Reuters/Lucy Nic
A
A
A
NEW YORK - Tiga tahun secara beruntun, Hong Kong dinobatkan sebagai kota termahal di dunia bagi ekspatriat. Enam dari sepuluh kota termahal bagi ekspatriat di dunia terletak di Asia, mulai dari Hong Kong, Ashgabat, Tokyo, Singapura, Shanghai, hingga Beijing.
Daftar itu dirilis lembaga survei Mercer beberapa waktu lalu. Ashgabat kini berada di urutan kedua setelah Hong Kong, sedangkan Singapura turun ke posisi kelima. Tokyo juga turun ke posisi ketiga setelah Ashgabat melesat naik.
Kota lain di luar Asia yang masuk sepuluh besar, yakni New York yang berada di posisi keenam, naik empat peringkat dibanding setahun sebelumnya. Ashgabat, kota di Turkmenistan, menjadi satu di antara kota termahal diduga kuat akibat inflasi harga konsumen. (Baca: Pemulihan Sektor Wisata di Cirebon Dilakukan Bertahap)
Sejauh ini Mercer tidak menjelaskan alasan di balik kenaikan peringkat Ashgabat. Namun, menurut Dana Moneter Internasional (IMF), inflasi harga konsumen di Turkmenistan diperkirakan telah mencapai 9% tahun lalu. Sebaliknya dari Ashgabat, beberapa kota mengalami penurunan biaya hidup dan peringkat.
Tunis dinobatkan sebagai kota termurah bagi ekspatriat. Disusul Tashkent, Karachi, Bishkek, Windhoek, Banjul, Islamabad, Tbilisi, Skopje, dan Managua. Mercer menyatakan biaya hidup ekspatriat ditentukan berbagai faktor, tak terkecuali fluktuasi nilai mata uang, biaya inflasi barang dan jasa, dan biaya akomodasi.
Menurut Mercer, Asia mendominasi posisi sepuluh besar akibat harga tanah yang mahal. Dengan pasokan yang sedikit dan penawaran yang banyak, harga properti di Hong Kong semakin tidak terjangkau. Pemerintah Hong Kong berencana membangun pulau buatan senilai USD80 miliar untuk mengatasi krisis tersebut.
Mercer menganalisis beragam data, mulai dari harga pakaian, makanan, sewa rumah, hingga hiburan. Menu Bic Mac dari McDonald paling mahal ada di Zurich, yakni senilai USD15. Hong Kong menjadi tempat termahal untuk bahan bakar minyak (BBM) dan secangkir kopi, sedangkan London untuk tarif bioskop. (Baca juga: Australia Didesak Bantu AS Dalam Perang Dingin dengan China)
Daftar itu dirilis lembaga survei Mercer beberapa waktu lalu. Ashgabat kini berada di urutan kedua setelah Hong Kong, sedangkan Singapura turun ke posisi kelima. Tokyo juga turun ke posisi ketiga setelah Ashgabat melesat naik.
Kota lain di luar Asia yang masuk sepuluh besar, yakni New York yang berada di posisi keenam, naik empat peringkat dibanding setahun sebelumnya. Ashgabat, kota di Turkmenistan, menjadi satu di antara kota termahal diduga kuat akibat inflasi harga konsumen. (Baca: Pemulihan Sektor Wisata di Cirebon Dilakukan Bertahap)
Sejauh ini Mercer tidak menjelaskan alasan di balik kenaikan peringkat Ashgabat. Namun, menurut Dana Moneter Internasional (IMF), inflasi harga konsumen di Turkmenistan diperkirakan telah mencapai 9% tahun lalu. Sebaliknya dari Ashgabat, beberapa kota mengalami penurunan biaya hidup dan peringkat.
Tunis dinobatkan sebagai kota termurah bagi ekspatriat. Disusul Tashkent, Karachi, Bishkek, Windhoek, Banjul, Islamabad, Tbilisi, Skopje, dan Managua. Mercer menyatakan biaya hidup ekspatriat ditentukan berbagai faktor, tak terkecuali fluktuasi nilai mata uang, biaya inflasi barang dan jasa, dan biaya akomodasi.
Menurut Mercer, Asia mendominasi posisi sepuluh besar akibat harga tanah yang mahal. Dengan pasokan yang sedikit dan penawaran yang banyak, harga properti di Hong Kong semakin tidak terjangkau. Pemerintah Hong Kong berencana membangun pulau buatan senilai USD80 miliar untuk mengatasi krisis tersebut.
Mercer menganalisis beragam data, mulai dari harga pakaian, makanan, sewa rumah, hingga hiburan. Menu Bic Mac dari McDonald paling mahal ada di Zurich, yakni senilai USD15. Hong Kong menjadi tempat termahal untuk bahan bakar minyak (BBM) dan secangkir kopi, sedangkan London untuk tarif bioskop. (Baca juga: Australia Didesak Bantu AS Dalam Perang Dingin dengan China)
Lihat Juga :