Berpikir dalam Kotak Kardus? Cara Baru Bekerja Setelah Lockdown

Kamis, 11 Juni 2020 - 06:09 WIB
loading...
Berpikir dalam Kotak...
Pegawai bekerja di dalam kotak kardus untuk mencegah penyebaran virus corona. Foto/REUTERS
A A A
WELLINGBOROUGH - Ingin kembali bekerja? Masukkan pegawai Anda di dalam kotak kardus. Itulah saran perusahaan Inggris yang membuat layar social distancing dari kardus daur ulang untuk membantu bisnis kembali buka setelah lockdown sambil tetap membuat pekerja aman.

“Saat orang mulai kembali bekerja kita membuat produk-produk untuk menjaga jarak di tempat kerja seperti layar berdiri, layar konter dan partisi meja,” ujar Hulmes, Chief Executive Officer (CEO) Pallite.

Perusahaan itu biasanya membuat palet kardus daur ulang untuk industri tapi sekarang mengembangkan produk baru untuk memenuhi kebutuhan di tempat kerja di tengah pandemi virus corona.

Beberapa produk itu termasuk layar dinding, meja dan pemisah meja dengan jendela polister transparan, tanda dan meja untuk pekerja di rumah.

“Salah satu pekerja kita di rumah menemukan bahwa dia kesulitan bekerja di rumah jadi kami ciptakan meja bongkar pasang. Meja itu telah terjual 5.000 unit hanya dalam lima pekan dengan semua review bintang 5,” ujar Hulmes. (Baca Juga: Bocoran dari Saudi, Haji Bisa Dibatasi 20% Kuota Per Negara atau Batal)

Meja yang terbuat dari kardus dapat menahan beban 50 kg dan dapat dipasang hanya dalam waktu kurang dari satu menit. Meja untuk orang dewasa harganya 26 pound. (Baca Juga: Rusia-China Siap Pasang Badan untuk Iran dari Sanksi PBB)
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keputusan China Akhiri...
Keputusan China Akhiri 'Nol Covid-19' Diduga Picu 1,9 Juta Ekses Kematian
Jejak Panjang Pandemi...
Jejak Panjang Pandemi Covid-19: dari Muncul di Wuhan hingga Dinyatakan Berakhir
WHO: Covid-19 Sudah...
WHO: Covid-19 Sudah Berakhir
Bukan Kebocoran Lab,...
Bukan Kebocoran Lab, Data Baru Kaitkan Virus Covid-19 Berasal dari Binatang Ini
Waduh! 80% Populasi...
Waduh! 80% Populasi China Telah Terinfeksi Covid-19
Turun Level, Jepang...
Turun Level, Jepang Pertimbangkan Covid-19 Sebagai Flu Musiman
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Nah, Tak Ada Agenda...
Nah, Tak Ada Agenda Trump Teken Kesepakatan Damai dengan Iran Hari Ini
Rekomendasi
Barongsai PRJ 2026 Sedot...
Barongsai PRJ 2026 Sedot Perhatian Pengunjung, Anak-Anak Antusias Beri Angpao
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
Berita Terkini
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved