Terjerat Kasus Pelecehan Seks, Gelar Militer Pangeran Andrew Dilucuti

Sabtu, 15 Januari 2022 - 03:48 WIB
loading...
Terjerat Kasus Pelecehan...
Pangeran Andrew dari Kerajaan Inggris dilucuti gelar kehormatan militer dan perlindungan kerajaannya setelah kasus pelecehan seks yang melibatkannya berlanjut di pengadilan AS. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Ratu Elizabeth II, pemimpin Kerajaan Inggris, telah melucuti gelar militer dan perlindungan kerajaan Pangeran Andrew . Itu dilakukan setelah kasus pelecehan seksual yang melibatkan putranya itu berlanjut di pengadilan Amerika Serikat (AS).

Istana Buckingham mengumuman bahwa Pangeran Andrew atau Duke of York sekarang akan membela kasusnya sebagai "warga biasa". Tak hanya itu, dia juga akan berhenti dipanggil Yang Mulia (HRH) dalam kapasitas resmi apa pun.

Baca juga: Cerita Rudal Patriot Makan Tuan dan Teman, Jet Tempur AS dan Inggris Korbannya

"Dengan persetujuan Ratu, afiliasi militer Duke of York dan perlindungan kerajaan telah dikembalikan kepada Ratu," bunyi pengumuman istana, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/1/2022).

"Duke of York tidak akan melakukan tugas publik dan membela kasus ini sebagai warga negara (biasa)."

Peran Duke saat ini—termasuk Kolonel Pengawal Grenadier, salah satu resimen tertua di tentara Inggris—akan diserahkan kepada anggota keluarga kerajaan lainnya, dengan rincian pengaturan baru belum diumumkan.

Dapat dipahami bahwa keputusan atas Andrew muncul setelah diskusi di antara anggota keluarga Windsor, yang menunjukkan bahwa bangsawan senior mungkin terlibat dalam keputusan tersebut.

Virginia Giuffre, wanita mantan budak seks Jeffrey Epstein, menggugat Andrew di AS karena diduga melakukan pelecehan seksual padanya ketika dia masih remaja.

Dia mengeklaim dirinya diperdagangkan oleh terpidana paedofil Jeffrey Epstein untuk berhubungan seks dengan Andrew ketika dia berusia 17 tahun atau masih di bawah umur di bawah hukum AS. Andrew menyangkal semua tuduhan itu.

Keputusan hakim AS untuk mengizinkan persidangan berlanjut berarti Andrew dapat dipaksa untuk memberikan bukti di persidangan di AS, mulai September, jika tidak ada penyelesaian yang tercapai.

Giuffre telah berfoto dengan Andrew dan temannya; Ghislaine Maxwell, selama periode dugaan skandal intim itu terjadi.

Maxwell, yang bulan lalu dinyatakan bersalah karena membujuk remaja rentan ke berbagai properti Epstein untuk dilecehkan secara seksual, kini mengatakan pihaknya tidak lagi berjuang untuk menyembunyikan informasi—termasuk delapan nama yang disebutkan dalam kasus perdata 2015—dari gugatan Giuffre .

Sementara itu, pengacara Giuffre, David Boise, telah mengindikasikan kliennya tidak tertarik dengan "penyelesaian keuangan murni" dengan Andrew, menunjukkan bahwa sang pangeran mungkin terseret ke dalam pertarungan hukum yang berpotensi memalukan namanya.

"Saya pikir apa yang akan menjadi penting adalah bahwa resolusi ini membuktikan dia dan membenarkan klaim yang dia buat," kata Boise kepada BBC. "Sebuah penyelesaian keuangan murni bukanlah sesuatu yang saya pikir dia tertarik."

Pengacara juga telah meningkatkan prospek memanggil anggota keluarga kerajaan lainnya untuk bersaksi, termasuk Meghan Markle, Pangeran Charles dan mantan istri Andrew, Sarah Ferguson.

Sebelumnya pada hari Kamis, lebih dari 150 veteran dari Angkatan Laut Kerajaan, Angkatan Udara Kerajaan dan Angkatan Darat Kerajaan menandatangani surat terbuka yang meminta Ratu Elizabeth II untuk melucuti gelar kehormatan militer Pangeran Andrew.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
Kate Middleton Bertemu...
Kate Middleton Bertemu Mantan Kekasihnya Rupert Finch, Begini Kisah Cinta Mereka
Pentagon Buka Arsip...
Pentagon Buka Arsip UFO, Ungkap Bola Bercahaya Misterius di Langit AS
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Tren Perawatan Kulit...
Tren Perawatan Kulit Regeneratif Makin Diminati, Teknologi DNA Ikan Trout Jadi Sorotan
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Berawal dari Mesin Arcade,...
Berawal dari Mesin Arcade, Talenta Muda Indonesia Juara Turnamen Dance Game Asia Pasifik
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved